Thursday, October 4, 2007

Clockwise or anti clockwise?????




Forward dari temen...

Waaa...Ini keren deh. Di kantor ribut nih antara gank cewe dan gank cowo.

Yg cewe rata2 liat gambar ini muternya berlawanan arah jarum jam. Sementara cowo liatnya searah. Bisa beda gitu. Keren deh. Coba deh rasain sendiri or tanya ma temen2 yg lain. Aku sendiri pernah ngeliat perputaran ke kiri, pernah juga ke kanan....Ketika lagi berubah gitu langsung info ke temen2, eh pada bilang gak berubah tuh hhahahah....

But...sorry banget ya buat para cowok gambarnya "sedikit ehemm" gini..Maaf kalo bikin gak nyaman yg lagi puasa......Peace!!!!

Clockwise or anti clockwise?
The Right Brain vs Left Brain test ... do you see the dancer turning clockwise or anti-clockwise?

If clockwise, then you use more of the right side of the brain and vice versa.
Most of us would see the dancer turning anti-clockwise though you can try to focus and change the direction; see if you can do it.

LEFT BRAIN FUNCTIONS : uses logic, detail oriented, facts rule
RIGHT BRAIN FUNCTIONS : uses feeling, "big picture" oriented





Tuesday, September 18, 2007

Mendadak model




Malam minggu abis buka...Kriiiiinggggg....Hp ku berdering (Sebenarnya sih gak gitu bunyinya, susah niruinnya heheheh...) Liat layarnya, dari nomor yg tak dikenal..
"Halo meli..udah makan belum?".
"Hai, udah, siapa nih?".
"Masa lupa sih, ini aku" (dengan logat jawa kental).
"Aku siapa tho mas?" (ikutan logat jawa sepanjang pembicaraan)
"Ini aku, akuuuu, masa kamu lupa sih?"
"Ooo...mas Samsul pacarnya pepita mangkusubrata ya?". (hari sebelumnya pernah ngomong ama org berlogat jawa gini n namanya Samsul temennya pepi yg dicomblangin ma temenku-silsilah yg panjang).
"Hey, piye tho, ada apa tlp mas? Wah si Pepita pake ngasih2 nomor aku ke kamu tho hehehheh...awas tu anak" "Mo nganterin martabak ya mas?" (ikutan gaya si Pepi, biasanya Pepi selalu nagih martabak klo lg ditelfon mas Samsul).
"Heheheheh....ini aku mel, moso sih ndak ingat sama aku?"
Tiba2 aku ingat temenku "Kamu ko bang ***?? (edited) " Sori aku ndak ingek suaro kamu tadi do, nomor km ilang." (baca: kamu ya Bang ***, sori aku gak inget suara kamu, nomormu hilang). "Apa kabar?"
"Aku mau ke kost kamu ya, ama temen2ku?"
"Boleh...aku ama pe2nk lagi di rumah Riki, tetanggaan, deket kok dari kost ku, masih inget kan? Kesini aja.."
"Oke, kami segera kesana"..
"Ya udah, hati2 jangan lupa bawa martabak ya" (heheheh...bukan mas Samsul ternyata, tapi teteup dipalakin)..
"Tapi sebelumnya kami mo makan dulu ya, daahhh.."
"Daaahh.." *tiiiit....telfon terputus*

Gak berapa lama dateng deh tu mereka, bertiga ternyata...n bawa martabak pastinya.. Nah, selain martabak ternyata mereka bawa kamera juga, lgs kepikiran deh gimana klo kita melakukan sesi pemotretan...Hmmmm..dimana ya?? *mikir*
Tingtong....Waaa...iya...di Monas aja (gara2 denger temen yg lagi tlp2an bilangin Monas)...
Gak banyak perlawanan akhirnya pada setujuuuuu...." Let's go!

Alhasil jadilah kami (6 orang) sesi pemotretan di monas, ternyata banyak yg pacaran di monas...jarak duduk 1 pasangan dengan pasangan lain sekitar 1 meter aja. Berderet gitu halahhh....*gak usah dibahas deh* Yg pasti kami juga sibuk dengan sesi pemotretan kami... Beruntung Arief dan Shiddiq yang jadi sang fotografer mau aja ngikutin keinginan kami, dari yg minta difoto sambil lompat (impianku sejak dulu) ampe foto2 narsis heheheheh.. piss...

Ternyata gak sampai disana aja, kami lanjutkan perjalanan ke Ancol.. Tadinya ngebayangin pantai sih, tapi sampai disana ternyata malah gak ada foto2 di pinggir pantai.. Sebelumya sempet2in taraweh di mushola deket McD ancol, di tengah semilir angin halahh....Sayang kan klo ditinggalkan hehehe...

Nah..foto2 dibawah ini sebagian yg dikirim Arief by email. Kayanya masih banyak deh yang lain, tapi kata Arief ternyata byk yang gak layak, shake, dark, and noise. Apaan tuh? Kudu dipelajari lagi tu maksudnya..

Anyway...Tengkyu banget buat Arief dan Shiddiq, yg katanya baru belajar fotografi, moga makin mantap n jago jeprat-jepretnya....

Tuesday, September 11, 2007

Surat cinta menuju kursi panas ;P

Gak nyangka deh. Awalnya cuma diminta ngegantiin sekretaris yang lagi pelatihan seminggu.  Ternyata yang nyuruh ‘keenakan’.. Ditambahin deh jadi 3 bulan ke depan *tweweeewww* Kok bisa siiiiihhh??

Kronologisnya gini, tanggal 27 sampai 31 Agustus ‘jatah’ ku ngengantiin sekretaris yang lagi training itu.  And berdasarkan data historis sejak aku baru menginjakkan kaki di kantor ini, setiap sekretaris berhalangan masuk entah itu cuti ato sakit, aku adalah target yang paling sering dibidik untuk menduduki ’kursi panas’ itu.  Probabilitasnya orang lain ditodong bos untuk ngegantiin itu sangat kecil.  Oke, ambil positifnya aja, berarti aku dipercaya bisa menangani dua pekerjaan pada satu waktu.  Alhamdulillah, atas izin-Nya selama ini pekerjaan di dua tempat bisa di handle.  Bahkan justru dalam waktu yang terbatas itu terasa semakin enerjik dan produktif.

Nah.. Jumat, 31 Agustus yang harusnya bersejarah sebagai hari terakhir itu ternyata menjadi tonggak sejarah baru.  Sorenya aku mendapat ‘surat cinta’ dari SDM untuk rotasi.  Sekretaris yang lama (Miss. MA) mengisi posisi Miss. SMH, Miss. SMH mengisi posisi aku, trus aku mengisi posisi Miss. AW dan Miss AW mengisi posisi Miss MA.  So berarti sekarang kursi panas ini diisi oleh Miss AW…Horeeeeeeee…. Berarti aku ke tempat yang baru donk.. Akhirnyaaa.., pikirku sambil membayangkan tanggal 3 September udah di tempat baru.  Eh, ternyata pagi2 dateng, jreng jreng jreeeeng…. Aku dapat surat lagi.  Surat apa ya? Masa sih kemarin baru dapet ‘surat cinta’, sekarang dah dikasih ‘surat putus’ ? Apa salah dan dosaku *meneketehe :P*

Dengan penasaran tingkat tinggi kubuka ‘surat putus’ itu.  Ku telusuri dari tanggal surat, nomor surat, berhenti pada perihal : SK Penunjukan Pgs (Pengganti Sementara).  Sambil mikir2, Pgs dimana ya? Penasaranku terjawab ketika masuk ke paragraf pertama terpampang namaku dengan indahnya, ditunjuk menjadi Pgs Sekretaris Pemimpin Divisi, untuk 3 bulan ke depan selama Miss AW cuti melahirkan huwaaaa.... Dengan selamat sentosa akhirnya aku menduduki ’kursi panas’ ini lagi. 

Kebetulan pemimpin Divisi ini juga baru diganti pertengahan Agustus lalu.  Aku mulai mempelajari cara kerja dan kebiasaan pemimpin baru ini.  Beliau pekerja keras dan selalu memegang komitmen.  Klo udah ada janji tidak akan dibatalkan.  Beliau suka menjalin silaturahmi dan membangun networking.  Aku harus proaktif mengingatkan appointment2 dan pertemuan bisnis.  Salah satu contoh pekerjaanku adalah pengaturan jadwal.  Diawal bulan diminta buat jadwal garis besar untuk sebulan kedepan yang sifatnya masih tentative sebagai gambaran kegiatan sebulan.  Dalam sebulan, masing2 unit di Divisi ini harus dijadwalkan meeting mengenai progress kerja.  Ada unit yang diharuskan sebulan sekali, sebulan dua kali bahkan ada yang setiap minggu.  Beliau juga minta dijadwalkan mau silaturahmi, ketemu dan kenalan dengan seluruh pemimpin Divisi di perusahaan ini.  Selanjutnya beliau minta diatur jika ada kegiatan2 insidentil.  Jadwal ini aku atur sendiri yang kemudian setiap akhir kerja akan di update jadwal yang fixed untuk keesokan harinya. 

Masih banyak fungsi2 sekretaris lain yang memperkaya pengetahuan dan pengalamanku.  Terima kasih Ya Allah.... Walaupun aku hampir setiap hari harus pulang malam, sampai saat ini aku menikmati kondisi ini.  Jadwalku makin padat ditambah dengan kondisi aku juga harus transfer knowledge ke teman yang menempati posisi lamaku tentang pekerjaan yang tentu baru baginya.  Pheww....Seru dan menantang sekali bermain dengan waktu hehhehe....Jadi ingat temenku ada yang bilang, ”andaikan waktu ini bisa ditambah menjadi 28 jam sehari” * siapa tuh yang bilang ;P *

Temans, doain ya aku bisa menjaga amanah ini dengan baik 


Bro n Sis, aku padamu......

Alhamdulillaah…indahnya skenario Allah dalam hidupku.  Pada-Nya tak hentiku berucap syukur, dan pada Saudara/i -ku yang kucintai ku haturkan terima kasih atas kehadiranmu yang memberi sentuhan aneka warna dalam kanvas hidupku.  Persahabatan ini sangat tak ternilai n berharga bagiku…
Peristiwa demi peristiwa terbangun dalam sejarah hidupku.  Peristiwa yang membentuk pemikiran dan pandangan baru.  Ada banyak ‘rasa’ baru yang ku pahami.  Begitu fluktuatif namun indah jika diresapi hikmahnya.  Aku hanyalah hamba-Nya yang masih belajar dan terus belajar, mencari dan terus mencari untuk meraih mimpiku.  Meskipun  terkadang Allah tidak mewujudkan semua mimpi dan inginku, tapi ku yakin Allah telah memberi yang ku butuhkan dan terbaik bagiku.  Sungguh Ia Maha Mengetahui…

Memasuki Ramadhan tahun ini, mengingatkanku dengan hikmah dua Ramadhan terdahulu.  Dua kali Ramadhan kutemui sesuatu yang baru meskipun aku harus mengeluarkan energi ekstra besar untuk menerima dan menjalaninya... Akankah umurku sampai pada Ramadhan tahun ini yang sudah di depan mata? Nikmat dan hikmah apalagi yang kan diberikan-Nya pada Ramadhan tahun ini?

Sungguh…diri ini ingin istiqomah di jalan-Nya.  Karena itu Saudara/i -ku yang kusayangi, ku mohon bantuanmu mengingatkanku jika aku lengah.  Semoga ukhuwah di antara kita bisa menyelamatkan kita kelak disaat seluruh makhluk di alam semesta ini berkumpul memenuhi panggilan Al-Mumiitu.

People changes... learn n think something... But finally you have to consistent toward your tought n decision

Friday, September 7, 2007

Proses dari telur menjadi ayam




Wow...Subhanallaah....Dapet email dari temen nih, gambar proses sebuah telur berkembang biak dalam cangkangnya menjadi seekor anak ayam yg lucu ^_^

Jadi ingat iklan sebuah bank di tipi2 yg ngegambarin butuh waktu 21 hari bagi seekor anak ayam agar menetas sempurna ;)

Teknologi bantuin kita ngeliat proses ini, sebuah proses yg menunjukkan kekuasaan Allah, Al-Musawwir, The Shaper of Beauty..So...temans mari kita nikmati bersama ^_^

Btw...gimana klo proses perkembangbiakan janin dalam rahim ibu ya?? *mikir.co.id*


Monday, August 27, 2007

Merajut cinta menjalin kasih




Owww...lebih dari 3 jam aku melakukannya di minggu malam yang tak kan terlupakan heheehe...Sambil tersenyum membayangkan endingnya, bersandar di bawah AC yang terasa menggigit namun tidak menghalangi aktifitasku. Walo sedikit pegel tapi hati seneng dan puas banget setelah itu. Saking antusiasnya aku ngambil jeda hanya untuk 'ke belakang' dan ketika ada yg manggil sebentar.

Selanjutnya aku hanya fokus membuat ini. Yup...aku bikin rajutan untuk dijadiin ikat rambut. Proyek ini kuberi judul merajut cinta menjalin kasih hehehhhe... *gubrak*. Dah lama banget gak bikin ginian, terakhir waktu masih SD. Mamaku yang ngajarin salah satu ketrampilan yaitu rajutan, bikin ikat rambut, bikin taplak meja, tatakan gelas, dll. Terima kasih u/ my luvly mother yang dah ngajarin ilmu ini... *semoga mama selalu bahagia di sisi-Nya aamiiin...*

Cara bikinnya sederhana banget, bahan yg diperlukan pun hanya ikat rambut polos, benang wol dan jarum rajut. Pertama bikin 5 rantai yang dilanjutkan dengan bikin rajutan (papan - semoga istilahnya sama) sampai penuh mengelilingi ikat rambut polos. Kemudian dilanjutkan ke tingkat yang kedua, caranya masih sama hanya saja di tingkat kedua ini, setiap lobang diisi 3 papan agar lebih mengembang. Begitu juga pada tingkat ketiga yang diisi 5 papan pada 1 lobang. Bisa dibayangkan, jika tingkat 1 diisi 100 papan, tingkat 2 berarti 3 x 100 = 300 papan, dan tingkat 3 berarti 300 x 5 = 1.500 papan. Total 100 + 300 + 1.500 = 1.900 papan. Jika dibutuhkan waktu +/- 3 jam (180 menit), maka kecepatan yang diperlukan untuk 1.900 papan = 1.900 / 180 = 10.55 papan/menit. So.. dalam 1 menit bisa menghasilkan +/- 10 papan. Heehhe...pake diitung-itung segala..*penasaran aja coy*.

Di zaman serba instant seperti sekarang ini, otomatis kita pengennya yang instant juga, so klo ada uang tinggal beli deh. Hemat waktu dan tenaga. Tapi.. beda lho kepuasan memiliki sesuatu dari hasil karya tangan kita sendiri dengan membeli barang jadi yang dah ada di pasar. Rasanya lebih kurang seperti kepuasan membeli sesuatu dengan uang hasil keringat sendiri dibanding dari uang yang dikasih ortu hehehh..Kalo kita bisa dan ada kesempatan kenapa tidak? Klo gak bisa dan gak sempat gpp deh beli aja. Tapi gak ada salahnya coba untuk pelajari ilmunya aja dulu, minimal invest dalam bentuk ilmu/ketrampilan, sapa tau bisa bikin usaha nantinya ^_^

Oya, pas lagi bikin rajutan ini, ada temen sekost yang ngeledekin aku, katanya:"Lo kaya nenek2 di kampung gw aja mel, tinggal pake kacamata dan dengerin radio yang ada tuning-tuningya itu, nah..mirip banget tuh, sumpe deh"... weheheheh...Aku sih senyum doank n pura2 cuek gt, trus dia lanjutin lg:"Mel, bikinin gw juga duoonk satuuuu...". Aku jawab:"Minta bikinin aja ma nenek2 di kampung elo" wakakakakk.....

Aku pengen belajar keterampilan lain nih. Mo belajar bikin sulam pita yang lagi 'in' itu.


**bacground pink yg 'katanya' cewek banget ini sengaja u/ memberi warna pada kegiatan ini yg 'katanya' juga sih para cowok pasti ogah banget ngelakuinnya ;P

Monday, August 6, 2007

Hebat.wmv




Hebat euy....
Tabrakan ternyata gak ngefek tuh ama orangnya, liat aja nih orang masih bisa jalan dengan gaya "petantang-petenteng sok asik" kekekkeke....

*ngutip istilah seorang temen* ^_^V

Akibat terlalu kreatif meng-Indonesiakan Bahasa Minang ;P

Tak jarang kita temui Bahasa Minang memiliki kemiripan dengan Bahasa Indonesia.  Perbedaan biasanya terletak pada lafalnya selain ada yang memang sama sekali berbeda.  Meskipun begitu, menurut beberapa temanku yang non-minang, Bahasa Minang itu sulit dimengerti padahal menurutku mudah koq ( ya iyalah .... aku kan orang minang hihiihi).  Tapi kalo gak percaya, liat nih contoh dibawah ini:

Minang             Indonesia

Ikuik                 ikut
Jatuah              jatuh    

Latiah               letih
Kanyang           kenyang
Apo                  apa
Jua                   jual

Nah…bener kan gak susah2 bgt??? 

Karena banyaknya kemiripan Bahasa Minang dengan Bahasa Indonesia, terkadang orang Minang tak sengaja “meng-Indonesiakan Bahasa Minang” hehehehhe….  Berikut ini beberapa cerita lucu yang pernah aku dan teman2ku alami sejak merantau dari kampuang tacinto ke tanah Jawa ini.  Mungkin bagi teman2 yg bukan orang Minang gak berpikir ini sesuatu yang lucu or malah mikir dimana sih lucunya, but.. bagi orang Minang pasti senyam-senyum ngebayangin dialog di bawah ini…Selamat menikmati ya heeheheh….

 1.      Cembung

    Temenku, sebut saja namanya Budi, lulus SMA ngelanjutin kuliah di Bandung.  Ada kejadian lucu ketika si Budi ini pergi ke toko pecah belah dan nanya ke penjaga toko: “A’, jual cembung gak a’?”.  Si aa’ yang orang Sunda bingung, cembung apaan nih? Lensa cembung/cekung itu bukan ya? “Nggak ada jawab si Aa’” Sampai akhirnya temenku berhasil meyakinkan si Aa klo cembung itu ada ketika dia nunjuk mangkok.  “Tuh ada A’”.  Aku yang orang minang langsung ngakak waktu diceritain ma temen itu.  Kenapa? Cembung yang dia maksud itu adalah mangkok yang kalo dalam bahasa minang disebut Cambuang….wakakkakak…

2.      Kura-kura

Nah, klo yang ini kerjaannya si Diman, sebut saja begitu.  Dia dateng ke toko bangunan dan dengan PD nya langsung nanya’ “Pak, jual kura-kura gak?”  Penjaga toko pasti bingung donk, masa sih kura-kura dijual di toko bangunan?  Si Diman ngejelasin yang buat kunci pagar itu pak.  “Ooo..itu gembok” Dalam bahasa minang, gembok disebut kuro-kuro.   Trus Diman meng-Indonesiakan menjadi kura-kura wuahahhaha……*ketawa mpe guling2* 

3.      Kacang padi

Ada lagi nih, cerita tentang temen lain yang nyari sarapan.  Dia mo beli bubur kacang ijo untuk dibungkus / bawa pulang.  Dengan suara lantang, sang teman minta ke penjualKacang padi tungkus satu ya” wakakakkaakkak….. Bubur kacang ijo itu dalam bahasa minang disebut kacang padi, trus tungkus itu maksudnya meng-Indonesiakan tungkuih/bungkuih (= bungkus) hiihihihih….*mpe geli banget nih*

4.      Cerocat

Ini juga efek kreatifitas seorang teman, sebut saja Dini.  Dia suka masak-masak dikos pake kompor minyak tanah, so klo habis harus diisi lagi donk.  Nah, Dini butuh alat buat masukin minyak ke lobang kompor biar gak tumpah, Dini pun mencari di toko dan nanya “Pak, jual cerocat gak?” Dan pastinyaaa...lagi2 penjual bingung dengan bahasa baru ini Ternyata Dini bermaksud meng-indonesiakan carocok (= corong) menjadi “cerocat” biar keren gitu, tapi ternyata salah huaahahahha....

5.      Peruncing

Ini kisah temen sekamarku yang mendapati kerutan di dahi penjual kosmetik ketika dia nanya “Ci, jual peruncing gak?” Si penjual keliatan bingung, tapi segera paham waktu temenku nunjuk rautan pensil alis hehhehheh....Rautan dalam bahasa minang disebut parunciang.

6.      Pena dan Cermin

Ini cerita yang ku alami sendiri nih.  Ceritanya aku bilang ke temen “pinjam pena donk” trus mereka pada ketawa. Mel, bahasa Indonesia lo mengikuti EYD banget sih.  Pena itu terlalu baku, pulpen aja. Heheheh.... Trus ketika aku lagi persiapan penampilan untuk presentasi harus rapi donk, trus aku bilang “ ada yang bawa cermin gak, pinjam donk”, temenku pada ketawa-ketiwi, aku masih di bilang menggunakan EYD sekaleeee...maksud lo kaca ya mel? Heeheheheh...Kalo dalam keseharianku di kampuang, yang buat ngaca/berhias itu disebut camin (= cermin), tapi kalo kaca (= kaco dalam Bahasa Minang) buat kaca jendela contohnya. 

7.      Rol

Masih cerita seputar kampus, temenku sebut saja Yulinda, bilang “Pinjam rol donk!!” Temen2 yang lain heran, apaan tuh rol??? Masa sih bawa rol untuk bikin gulungan rambut ke kampus?? Aku ketawa-ketiwi dengernya karena ngerti banget maksud temenku bilang rol itu berarti penggaris, karena  penggaris dalam Bahasa Minang disebut rol hohohhoo…..

8.      Hujan lebat

Kisah temenku lagi nih, sebut saja Okta.  Dia mo keluar kantor dan minjam payung karena hujan.  “Eko, pinjem payung donk, gw mo beli makan, dibawah hujan lebat”.  Si Eko langsung ketawa ngakak.  “Lebat? Ketek lu kali yang lebat” kekekeke….. *maaph ya*.  Hujan deras itu dalam bahasa minang disebut hujan labek, so kalo di-indonesia rayakan menjadi hujan lebat hiiiihhihhi…..

9.      Asoi

Ini kisahku lagi nih.  Aku menyarankan ke temenku “simpan aja pake kantong asoi”.  Temenku heran-heran, tapi temenku yang orang minang ketawa ngakak.  Padahal aku sebelum bilang kantong asoi itu dah memprogram di otakku untuk gak nyebut kata2 asoi, tapi kantong plastik, karena dulu waktu SD pernah diceritain guruku kalo di Jakarta orang gak ngerti asoi, di sana disebut kantong plastik atau kantong kresek.  Tapi berhubung terlalu fokus gak mo bilang asoi, malah keluarnya “kantong asoi”  Wekeeekekekekek….asoiiiiiii..gebooiiiiiii..

10.  Pipet

Di kantin kampus teknik, aku liat seorang cewek beli teh botol dan bilang ke penjualnya, “Mas, minta pipet donk”.  Penjualnya gak ngerti apa maksud cewek itu.  Aku yang berada agak jauh dari tempat itu senyum2 aja liat kebingungan penjual, karena aku tau persis cewek itu pasti lagi nyari sedotan. Hehehheh…Pasti si cewek orang minang, batinku 

11.  Cicaheum-Ledeng

Sepertinya memang tidak ada penggunaan huruf “e pepet” dalam bahasa minang. Sehingga semua huruf “e” dibaca sebagai “e” apa adanya.  Ceritanya seorang temenku lagi ngobrol dengan teman2 kampusnya tentang rute angkot Cicaheum-Ledeng. Karena gak biasa dengan huruf e pepet dia baca Cicahem-Ledeng .  So...dia diledekin temen2nya dan dipanggil dengan panggilan Si Ledeng, dan sering diteriakin “Eh, LEDENG, mo kemana lo?” wakkakakaak…..

12.  Gaut aja pake kukuran

Ini baru saja terjadi malam minggu kemarin di kamar kos-ku.  Aku bersama 2 orang temanku (sebut saja Via dan Dede) yang juga orang orang minang ditambah satu orang Makasar (sebut saja Febi) lagi ngobrol2 seru.  Si Febi lagi bete karena pacarnya di Makasar gak ngangkat telfonnya.  Trus dia nanya ke aku dan Via, trus kita jawab, “Ahhh..pacar lo pasti dah bosan ama lo, dia sekarang lagi malam mingguan ma cewek lain, makanya telfon lo gak dijawab” hahahhahah...pokoknya kita bikin dia cemburu dan makin panik, abis si Febi ini suka ngerjain kita juga sih. Trus dia pura2 cuek, tapi dikit2 nanyain lagi kenapa ya cowok gw?  Kami yang iseng, makin bikin dia cemburu.  “Kenapa sih lo ngebet banget, dia kan dah gak mau lagi ama lo, dah dapet yang baru, udahlah gak usah dipikirin”.  Trus dia jawab “abis gimana ya...gw dah gatel banget nih pengen kawin”  Tiba2 temenku Dede langsung nyeletuk, “Ya udah, lu gaut aja pakai kukuran”.  Aku ketawa ampe lama banget ama si Via, sampai turun dari kasur saking ngerasa lucu ditambah tatapan bengong dan penasaran si Febi.  “Kalian ngetawain apaan sih?” Akhirnya setelah puas ketawa/i aku jelasin kalo maksud Dede bilang gaut aja pake kukuran itu artinya kalo gatel garuk aja pake parutan kelapa” yang di-indonesiakan si Dede dari bahasa minang “Gauik sajo pakai kukuran” wakakakkak....

13.  Bawang perai dan cabe sekila

Aku ke pasar tradisional di Bandung dengan kakak kelasku yang jago masak sop sayur + daging (padahal cowok nih).  Ketika mo tawar-menawar aku ngingatin dia “uda, ntar jangan ampe bilang beli lada ya kalo mo beli cabe (karena biasanya orang minang meng-indonesiakan lado menjadi lada, padahal lado itu adalah cabe, beda dengan lada yang populer dengan sebutan merica di kampungku).  Tenang aja katanya sambil ketawa denger kata2ku.  Berbekal warning itu, dia mulai minta penjual untuk ngebungkusin bawang putih ¼, bawang merah ¼, bumbu sop dua, tambahin mericanya ya bu….(aku mulai deg2an menunggu semoga tidak salah)….kapulaga, cengkeh, daun jeruk, bawang perai dan cabe sekila….wakaakaka… akhirnya aku ketawa juga, bener sih dia gak salah sebutin lado menjadi lada, tapi sekila itu?? Kenapa sekilo jadi sekila sih hiihihih….trus bawang perai juga bikin bingung si penjual, daun bawang dalam bahasa minang disebut bawang perai. Hiihiihihh….sepanjang jalan kami masiiiih aja ketawa ingat bawang perai dan cabe sekila itu.

Hiihih…hehheeh…hohohho…..Aku masih ketawa aja nih ingat cerita2 di atas.  Tentunya masih banyak cerita lucu seputar Indonesianisasi Bahasa Minang ini.  So.... kalo ada yang pernah ngalamin kejadian kaya gini sharing ya disini

 

~ Alam takambang jadi guru~ 

 

Wednesday, July 18, 2007

Ulang tahun ke-61




Di bawah ini adalah gambar yang merupakan cuplikan adegan2 yang dapat dilaporkan dari TKP selama perayaan ulang tahun ke-61 ini halah..

Baca judul diatas berasa dah tua banget ya. Yup, hampir sama dengan usia Indonesia yang kita cintai ini yang selisih satu tahun saja. Tanggal 5 Juli 2007 kemarin perusahaan tempat aku bekerja genap berusia 61 tahun, klo diibaratkan seorang manusia, dah jadi kakek2 or nenek2 ni ;)

Tidak ada kegiatan yang begitu istimewa dilakukan dalam perayaan ini. Seperti biasa jam 7 pagi dimulai dengan upacara , trus foto2 dilanjutkan bekerja n foto2 lagi. Sebelum azan zuhur kami sudah berkumpul di mushola, ngapain?? foto2 dunk. Waktu zuhur, seperti biasa dilakukan berjamaah, sholat sunnahnya ada yang motoin juga heheh...setelah itu diisi dengan sedikit sharing bersama pemimpin Divisi di mushola pastinya dg foto2. Ada pesan2 Direksi yang disampaikan kepada kami, pengenalan 4 nilai budaya dan 6 perilaku utama yang baru, penyematan pin dan acara ramah tamah alias makan siang bersama ;) tak lupa foto2...

Q: Jadi intinya sebenernya apa sihhhh anak-anak???
A: Poto potooooooooo buuuuu..... :D

*Temennya bawang, cabe deeeeehhhhh...*

Thursday, July 12, 2007

Duta Layanan Go Service Go!!!

Kegiatan pemilihan Duta Layanan tingkat nasional kembali diadakan tahun ini.  Dimulai dari pemilihan tingkat cabang & wilayah.  Untuk tingkat wilayah syariah, kami dari kantor pusat divisi syariah yang menjadi panitianya.  Tahun 2007 adalah tahun ke-3 pelaksanaan pemilihan Duta Layanan, tapi untuk wilayah syariah sendiri baru mengikuti untuk kali pertama di tahun ini.

Perlombaan diikuti 23 cabang syariah yang ada diseluruh Indonesia.  Ada 4 kategori yang diperlombakan Teller, Customer Service Pria & Wanita, Satpam serta Pemimpin Cabang & Pemimpin Kantor Layanan.  Perlombaan dimulai dengan pembekalan pada hari pertama dan dilanjutkan dengan role play untuk setiap kategori pada hari kedua.  Enam orang yang terpilih sebagai yang terbaik dari setiap kategori diperlombakan lagi untuk tingkat nasional.  Pemenang dari berbagai daerah: Jakarta, Bogor, Bandung, Pekalongan bahkan Makassar.

Persiapan menuju tingkat nasional kami lakukan bersama-sama mulai dari mempersiapkan bahan presentasi , roleplay setiap kategori, latihan yel-yel sampai dengan seragam dan perlengkapan2 yang diperlukan selama karantina.  Kekompakan dengan teman2 dari cabang semakin terjalin, senang berbagi cerita dengan temen2 dari cabang yang bergerak dibidang operasional, pengalaman2 mereka dengan nasabah memperkaya kami yang di kantor pusat tentang operasional perbankan sesungguhnya (Jadi ingat kata2 bosku, kita di kantor pusat ini sebagai inisiator, konseptor dan inovator.  Maka keluarkan kemampuan terbaik kita dalam menghasilkan suatu kebijakan, sistem dan prosedur yang kemudian akan dijalankan oleh teman2 di cabang sebagai eksekutor sehingga kinerja meningkat.) 

Ketika tes presentasi dilakukan di depan pegawai, ada satu orang teller yang terlihat sangat tidak siap baik dari segi mental maupun dari segi materi presentasi.  Wah tantangan yg menarik nih, karena dia sangat bagus dalam role play, sikap dan penampilan, dan aku yakin dia bisa masuk 3 besar tingkat nasional asalkan presentasinya oke, akhirnya aku lebih concern bantuin temen ini.  Dia bilang bener2 grogi dan  belum pernah melakukan public speaking, nah...berdasarkan pengalamannya benchmark di bank pesaing, kami mulai menyusun satu persatu point penting yang ingin disampaikan dalam presentasi, pemilihan kata2 yang lugas dan sistematis serta tampilan power point yang oke ampe jam 11 malem ;)  Selanjutnya enam orang terpilih ini akan memasuki masa karantina di tingkat nasional.

Di tingkat nasional peserta kembali diberikan pembekalan plus dikarantina selama 4 hari di Hotel Bumiwiyata Depok.  Selama karantina penilaian tetap berjalan, mulai dari penilaian sikap, presentasi, role play, yel-yel terbaik dari masing2 wilayah dan terakhir wawancara.

Acara puncak pengumuman Duta Layanan bikin aku dag dig dug dueerrr hihiihi...why???
karena aku menjagokan temen dari Makassar itu (selain juga menjagokan lima orang yang lain).  Dan hasilnya Alhamdulillah menggembirakan karena ternyata jagoanku itu jadi yang terbaik di role play teller dan masuk 3 besar nasional wow...berhasil ngalahin wilayah2 lain yang sudah 3 tahun berturut2 berpengalaman sedangkan kami baru pertama tahun ini.  Yang terpenting lagi nih, dia bisa memberikan presentasi yang lebih baik dan percaya diri.  Prestasi temen2 yang lain juga tak kalah menggembirakan.  Temen dari customer service wanita mendapat 7 bintang penghargaan karena aktif selama pembekalan.  Temen satpam terbaik dalam presentasi.  Yang lain dapat 2 dan 3 bintang selama pembekalan.  Tidak mengecewakan bukan???

Dan….Pemilihan duta layanan berakhir sudah, 90 orang wakil2 terbaik seluruh Indonesia telah terpilih.  Mereka mengemban amanah baru untuk mensosialisasikan standar layanan yang terbaik untuk mencapai kepuasan nasabah dan kemajuan bank tercinta ini dengan semangat Go service go!!! Melayani negeri kebanggaan bangsa, untuk mencapai visi menjadi bank yang unggul dalam layanan dan kinerja.. Insya Allah amiin…

Sunday, June 24, 2007

Mati lampu

Siang kemarin sekitar jam 2-an, gardu listrik di belakang Perbanas meledak.  Alhasil listrik di Setiabudi dan sekitarnya mpe pagi ini belum nyala..Sepanjang malam terasa gerah banget, diusahakan untuk meminimalisir gerakan biar gak kegerahan.  Karena senter gak ketemu, penerangan menggunakan lilin dan lampu HP yang baterainya tinggal sekarat. Mpe jam 2 malam masih aja sms-an dan telfon2an, jadinya makin lowbat deh.  Tiba2 aku mencium bau kabel kebakar, ternyata temen depan kamarku kurang memperhatikan letak lilinnya yang dipasang disekitar TV.  Bau kabel itu berasal dari  TV nya yang terbakar dan untungnya api bisa segera dipadamkan.  Syukurlah gak ikut2an meledak kaya gardu listrik itu...

Air jadi masalah utama disetiap kamar, kalo gerah sih masih bisa ditahan tapi kebutuhan terhadap air gak bisa ditawar lagi.  Beruntung aku selalu nampung air di ember, diisi penuh setiap hari jadinya ketika listrik mati masih ada persediaan.  Tapi ya gitu, karena listrik mati dari kemarin siang, jadinya persediaan tinggal pas2an untuk wudhu dan gosok gigi aja.  Kasihan juga temen2 di kamar lain atau di kamar mandi bersama yg kehabisan air.   

Sehabis subuh aku mikir gimana caranya dapetin air buat mandi.  Temenku bilang dia gak perlu mandi karena kemarin dah mandi 2 kali hehehheh...Aku gak mau donk, gak fresh aja pergi kerja gak mandi.  Tiba2 kepikiran kenapa gak mandi di kantor aja ya,  jam 1/2 6 aku langsung bawa peralatan mandi berangkat ke kantor yang deket banget dari kostan.  Mudah2an kantor dah buka.

Sampai di kantor....OB nya belum dateng, ternyata mereka pada kesiangan.  Sempat nunggu sekitar 10 menitan, mana perut melilit2 (maklum udah jadwalnya hehe..)  Lega banget pas liat lift kebuka dan OB bawa kunci, langsung deh absen handkey untuk buka pintu n masuk toilet executive numpang mandi *maaf bos, but tengkyu banget*

Hmm...segaaarrrrr..abis mandi.  Masih pagi banget disini, belum ada karyawan yang dateng...Moga2 hari ini gardunya dah bisa dibenerin, klo gak huaaaa hikss.hiks...