[Kepingan Pertama] - Berjalan santai dengan sahabatku di sekitar tempat tinggal kami, menghirup udara malam yang dingin, sejenak keluar dari kotak imut 2x3 meter di lantai dua itu. Memandang lepas jalanan di hadapanku sambil merasakan hembusan angin melalui sela-sela sweater-ku. Tiba-tiba sebentuk perasaan menyelusup hatiku…Ya..
Aitai…Hontoooooooo…ni aitaiiiiiiiii….. kata-kata itu kutuangkan dalam bentuk pesan singkat pada seseorang yang kemungkinan tidak akan ada balasan karena belum isi pulsa Biarlah…Hanya Ingin Kau Tahu kalo boleh minjem judul lagunya Repvblik, atau FYI kalo ngutip disposisi dari bos ku untuk hal-hal yang bersifat pemberitahuan n bukan untuk ditindaklanjuti itu hehehhe….
Tapi…ternyata itu gak cukup untuk meredam fluktuasi gelombang
hontou ni aitai di hatiku. Didukung dengan anggukan sahabatku, ku tekan keypad si ‘ndut 6600
black ku itu membentuk sederet angka yang terdiri dari sebelas angka yang ku hafal betul kombinasinya. Ya…aku selalu suka jika mengetikkan sendiri angka-angka itu, bukan memanggilnya lewat daftar kontak yang tersimpan di telepon selularku, serasa ada
value added-nya jika kulakukan dengan cara seperti itu, nilai tambah yang hanya dapat dipahami dengan “rasa”. Ku tekan tombol hijau dengan detak jantungku yang tiba-tiba meningkat 20% dari biasanya (ini hanya prediksi saja, aku gak pernah menghitung bahkan membandingkannya hihihi…). Dari seberang terdengar nada sambung berupa lagu standar operator teleponnya namun gak ada sahutan sampai vokalisnya capek teriak-teriak, (kasihan, minum dulu deh bang vokalis heheheh….). Detak jantungku meningkat lagi 5% dari yang pertama (tanpa survei lagi nih hihiihi - ketawa mulu)..Terbersit sedikit kecewa, segera kutepis. Akan ku coba lagi pada kesempatan kedua sekaligus kesempatan terakhir dengan pemikiran jika masih gak tersambung, cukup untuk sementara ini.
Dalam pikiran selintas itu, sekonyong-konyong si abang vokalis menghentikan teriakannya dan digantikan dengan suara yang Subhanallah….sulit ku deskripsikan, yang jelas suara itu hampir saja membuat Lakrima ku meronta-ronta untuk memproses dirinya mengeluarkan air mata haru. Segera ku kuasai diriku dan ku pikir aku harus mengatakan “
aitai, hontou ni aitai” yang langsung dijawab “
watashi mo, sabar ya…”. Aku tak mampu berlama-lama bicara, segera ku akhiri pembicaraan dengan permintaan agar dia ucapkan kata-kata ‘sakti’ yang langka terucap dari suara indah itu. Dan…ku dengar dia mengucapkannya, aku terbang sekilas, walau kusadari sepenuhnya kata-kata itu meluncur atas
request-ku, bukan inisiatifnya namun aku selalu ingat Allah akan menambahkan nikmat-Nya jika kamu bersyukur, itu membuat hatiku jadi tenang. Ku pencet tombol merah si ‘ndut 6600
black ku itu dengan senyum penuh syukur.
[Kepingan Kedua] – Bersiap-siap berangkat kerja di pagi yang cerah, berdiri di depan kaca (cermin ajaib yang bisa buat aku merasa lebih kurus 3 kg dihadapannya heheheh…) meneliti kelengkapan dan keserasian, terdengar bunyi gelembung-gelembung air yang bersahutan dari si ‘ndut-ku yang setia sejak 3 tahun belakangan ini yang artinya ada pesan singkat diterima. Bergegas ku raih dan terpampang
1 new message received, biasanya info dari si bos, siapa tahu ada yang harus kubawa, batinku. Tapi…Haaa?? Seakan tak percaya ku lihat lagi pengirimnya, oww…hatiku membuncah membaca nama yang terpampang dan isi pesannya yang hmmm….mungkin gak istimewa bagi sebagian besar orang tapi mampu bikin aku yang sedang berdiri di depan cermin ajaib langsung beringsut dan duduk terpana di
spring bed empuk tanpa tempat tidur itu. Ku hela nafas, ku redakan gemuruh hatiku, ku lafadzkan Hamdallah. Terima kasih Ya Allah, Kau tambahkan nikmat-Mu karena syukurku tadi malam. Ini juga termaksud nikmat-Nya kan hehehe... Aku yakin gak ada sesuatu yang kebetulan, semua telah terencana dan tertulis, bahkan yang kita anggap kebetulan itu pun adalah bagian dari skenario-Nya.
Mataku masih lekat pada kata-kata ‘sakti’ yang dituliskannya tanpa
request dariku itu. Pesannya benar-benar singkat, terkesan kaku dengan susunan yang jauh dari stuktur tata bahasa yang kita pelajari waktu SD dulu yang terdiri dari S, P, O, K - Subyek, Predikat, Obyek dan Keterangan - dan kaku karena penggunaan tanda baca yang gak pas sama sekali digandengkan dengan kata-kata yang ia tulis. Namun kekakuan itu sejenak mencair tatkala aku pandangi kata terakhir sebelum koma, susunan huruf yang bagiku terasa begitu cantik. Akan kubiarkan si cantik itu tetap bertengger di
inbox ku sampai kapanpun dia mau. Terima kasih padamu yang telah men-
charge hati dan semangatku pagi itu. Semoga Allah membalas kebaikanmu.
Oya, kebahagiaanku ini menimbulkan sikap norak yang masih dapat ditolelir (pembelaan diri hihihii….).
You know what? Aku
forward pesan itu ke sahabatku untuk membagi bahagia yang terasa tumpah-ruah. Seketika aku dapat balasan darinya dan kubaca tanggapan sahabatku yang bernada ngeledekin itu, tapi ku tau pasti dia ikut bahagia bersamaku. Ya iyaaa laaahhh….Dia sahabatku berbagi sayang, air mata, dan impian-impian gila kami.
Arigatou gozaimasu sahabatku,
Aishiteru ;)