Tuesday, September 22, 2009

:: g.o.r.e.s.a.n.p.e.n.a.i.t.u ::

Aku rindu dengan goresan penamu. 
Sesuatu yang hilang setelah himpunan aku dan kamu membentuk irisan yang satu.
Sesuatu yang sangat besar jasanya hingga memahatkan namamu dihatiku.
Pernah selintas aku tanyakan dulu dan kamu hanya mengatakan itu sudah berlalu. 
Jika memang media yang usang sudah tidak lagi berlaku, kenapa tidak kamu tuangkan dalam perkamen yang baru?
Ingin kuulang permintaan itu seandainya aku tidak merasa malu.
Tahukah kamu memikirkan kemungkinan itu membuatku mengharu-biru?
Aku memimpikan ada yang tentang aku.
Bukan hanya tentang bulu-bulu yang selayaknya berlalu dihembus sang bayu. 
Salahkah aku dengan egoku?
Aku rindu tintamu....
Sungguh!!!

Monday, September 14, 2009

.: Screaming deep inside .....................

Penting? Gak? Penting? Gak? -->GAK: lupakan

Penting? Gak? Penting? Gak? -->PENTING: lanjut ke tahap berikut

Urgent? Gak? Urgent? Gak? -->GAK: tahan dulu

Urgent? Gak? Urgent? Gak? -->URGENT: sampaikan


Pernah berada pada kondisi PENTING-GAK URGENT, dengan beberapa pertimbangan dan analisa akhirnya menurunkan tingkat kepentingannya menjadi setingkat dibawah awalnya.  Kemudian hanya dengan tujuh tetes air bening berhasil mengatasinya tanpa diungkit lagi KECUALI jika terjadi perulangan.

Saat ini berada di posisi PENTING-URGENT sebagai dampak atas faktor pengecualian terhadap kondisi diatas yang ternyata terjadi kembali dalam format yang berbeda, namun kondisi tak memungkinkan untuk membahasnya.  Mengapa? Terlalu banyak indikatornya yang jelas aku tidak suka membahas sesuatu yang sudah pernah dibahas.  Selain membosankan juga bisa membuat suaraku menjadi semerdu Celine Dion jika menyanyikan lagu My Heart Will Go On di bagian reffrain.

Menolehlah ke belakang sewajarnya jika memang ada yang MEMANGGILMU sebagai tanda kamu tidak tuli.  Diluar itu gak perlu jalan sambil melihat ke belakang agar gak kejengkang. Gimana klo kesandung dan masuk lobang? Ngapain juga masih PECICILAN bertandang ke tempat yang seharusnya HANYA menjadi sejarah karena telah kamu tinggalkan dengan kesadaran? Ataukah ada penyesalan atas keputusan yang diambil? Heyy dude…buat apa mengambil keputusan jika tidak yakin? Efeknya hanya akan membuatmu kelihatan tidak konsisten.  Alangkah bijaknya jika fokus ke “bisnis” kamu saat ini, bisnis yang mengandalkan saling percaya sebagai faktor pendukung utamanya. Bisnis menggarap taman bunga mawar dengan keuntungan bagi hasil yang dinikmati bersama. Kolega bisnismu tentu akan sangat berterima kasih atas penghargaanmu terhadap posisinya sekarang bagi percepatan bisnis ke depan (tanpa bermaksud menafikan sejarah).  Ahhh…jangan remehkan kelopak mawar yang terlihat rapuh karena dia memiliki duri yang mengelilingi tangkainya dan sewaktu-waktu bisa menusukmu. 

Oya, agar taman bungamu tumbuh subur tentunya butuh perawatan sebelum tanah gemburnya menjadi kekurangan kadar kelembaban hingga retak dan merenggang membentuk jurang.  Ataukah kamu ingin alternatif lain yang tak kalah garangnya, ketika tanah mulai melumatmu perlahan, menghisapmu dalam pusaran yang mampu menelanmu hingga ke perut bumi dan tinggallah sebuah nama yang tak perlu dikenang?

Saya ttiiddaakk sssuuukkkaaa…. Should I scream louder until my throat getting torn or your ears become deaf just to make you understand, this is very important and urgent to think?