Wednesday, October 28, 2009

:: Behind the Scene - Trip to Jogja

"Wahh…selamat yaaa.."

"Cieee…akhirnyaaaa..."

"Jadi kapan nih Mel?"

"Udah ketemu donk ama keluarganya?"

"Mereka baik kan ama lo?"

"Tinggal makan-makannya aja nih."

"Akhir tahun ini kan ya?"

"Kapan?"

"Dimana?"

"............................"

Pagi-pagi masuk kantor udah disambut pertanyaan seperti diatas dari orang yang berbeda-beda.  Butuh waktu sekian detik untuk menyadari pertanyaan mereka.   Hihihiihi....aku langsung menahan geli waktu mengerti arah pembicaraan itu.  Ini pasti ada hubungannya dengan cutiku kemarin.  Aku baru saja cuti selama dua hari (26-27 Oktober) ke Jogjakarta dan ternyata itu diartikan teman-teman sebagai bagian dari perkenalan dengan keluarga my future King (insya Allah).  Mengetahui kondisi ini, dan mengingat bakat terpendamku yang sering diincar Riri Riza dan Mira Lesmana, aku langsung berakting shy-shy cat *iya, kamu gak salah ngartiin kok...malu2 kucing* yang bikin orang-orang makin penasaran.

Pertanyaan semakin menjurus dan memanas.  Aku pura-pura cuek sambil meletakkan beberapa kotak bakpia ke meja yang terpisah-pisah. Bahkan ada yang nanya “kapan tanggalnya? Jangan mendadak ya..biar bisa diatur jadwal perjalanan dinas kesana”.  Heheheh...Teman-teman pada baiiiiik banget ya, secara tak langsung harapan mereka tersebut menjadi kata-kata yang dengan sungguh-sungguh terucap dalam hatiku berupa sebuah doa.  Semoga semuanya menjadi mudah, lancar dan mendapat ridho-Nya amiin.

Tapi....bukan itu kenyataan sesungguhnya temans.  Kepergianku ke Jogja gak ada hubungan sama sekali dengan praduga *halaah bahasanya* teman-temanku itu.  Aku pergi kesana diluar perencanaan sebelumnya, atau biasanya aku gunakan istilah Ilmu Koncek (Katak), bilo takana inyo maloncek (pas kepikiran langsung dijalanin).  Ceritanya Sabtu siang (24 Oktober) aku nelfon sahabatku, mau mengajaknya jalan ke mall untuk makan siang dan belanja keperluan harian di kost. Terjadilah percakapan seperti ini:

M: ”Assalamualaikum Tek (Tante - red).  Dimana posisi kamu nih?”

P: ’Waalaikumsalam. Aku di BNI Plangi nih lagi transfer uang. Ternyata BNI buka ya Sabtu."

M: ”Iya emang buka dibeberapa tempat. Mo transfer ke rekening gw ya? Hehhe..Jalan yuuk”

P: ”Hhehe...gw mo berangkat ke Jogja hari ini, dapat tiket gratis PP dari temennya Nela.”

M: ”Hah? Sumpe lo? Gimana cara?”

P: ”Temennya batal berangkat, tp klo seandainya tiket ini gak berlaku, gw mo beli tiket go show aja.  Td udah dicek murah kok tiketnya.  Lo mau ikut?”

M: ”Mau bangeeet...masih ada tiket gratisnya gak? Hehehhe...”

P: ”Gak ada, eh gw udah deket kos nih.  Lo pikir-pikir dulu sana tapi jangan lama-lama.”

M: ”Oke...Cepetan pulang, mampir ke kamar gw dulu yaa..”

P: ”Oke”

Tak berapa lama berselang, terdengar ketukan super dahsyat dipintu kamarku.  Gak ada peluang untuk meragukan lagi keabsahan gedoran seperti itu yang hanya milik Pepenk seorang hahahha.... Dia masuk, dan sesuai standar ”kepolisianku”, aku menginterogasinya dengan berbagai macam pertanyaan 5 W + 1 H seputar rencana itu.  Kesimpulannya aku akan ikut mengingat pesertanya dari Pekanbaru dan Bandung dan pengen jalan-jalan mumpung masih jomblo hehhe....Satu hal yang menjadi ganjalanku untuk ke Jogja adalah masalah libur karena berarti aku harus mengambil dua hari cuti dengan rencana perjalanan berangkat Sabtu dan pulang Selasa. OMG...Aku memutar otak bagaimana caranya untuk minta ijin atasan secara aku juga akan mengajukan cuti pulang kampung dalam beberapa waktu ke depan. Waktu berkisar hampir pukul 12 siang saat itu.  Pepenk harus berangkat cepat karena penerbangannya jam 1. Aku langsung telfon travel  agent untuk menanyakan harga sekaligus booking tiket biar gak hilang sementara aku terus berpikir.  Setelah booking tiket, aku memikirkan cara minta ijin.  Aku gak mau bikin alasan sakit atau alasan-alasan lain yang mengarang indah. Pepenk kembali ke kamar untuk packing dan membiarkan aku mencari keputusan berangkat atau tidak.

Aku telfon hunhun ku dan keluarga di kampung untuk mengabarkan rencana ini, dan mereka mendukung.  Oh..senangnya, dapat poin 1. Time limit untuk booking-an tiketku hanya berselang 15 menit. Aku mau telfon bosku, eh ingat ada yang pertama harus ku telfon yaitu yang akan menggantikan kerjaanku selama cuti.  Aku telfon dengan berdebar-debar, dan dengan jujur bilang mau ke Jogja selama dua hari.  Diluar perkiraanku, tidak membutuhkan rayuan maut untuk membuat dia mengatakan ”ya gpp kok, smsin aja user id dan password kamu jika ternyata user id ku tiba-tiba bermasalah, untuk jaga-jaga aja, yang penting oleh-olehnya ya!”. ”Oke deh maaaaaaaasss, tengkyu yaaaaaaaaa.”, saking senengnya gitu deh ngomongnya.  Berarti udah ada 2 poin.  Tinggal telfon bosku, tapi grogi mo nelfon, akhirnya sms dulu, tapi balasan yang ditunggu-tunggu gak masuk sementara time limit-nya udah dekat.  Akhirnya atas saran Ms. Penky yang sudah kembali dengan tas gedenya itu, aku telfon bosku, ternyata gak diangkat.  Aku kembali menelfon travel agent untuk meminta booking ulang karena sudah hampir lewat waktunya sambil menunggu balasan sms. Penky berangkat duluan ke bandara untuk berangkat bareng Nela yang baru datang dari Pekanbaru.  Jika aku berhasil dapat ijin kemungkinan akan naik Batavia air dengan jadwal penerbangan pukul 18.00.

Tak beberapa lama, masuk sms yang isinya ”Ok Mel, selamat jalan dan hati2.”. Yihaaaaa....Berhasiiill dapat ijin bos...Jingkrak2 senang, langsung telfon travel untuk issued tiket dan minta kode booking karena gak sempat jemput tiket ke travelnya di Bekasi sono.  Kemudian jari2 ku bermain di keypad yang katanya QWERTY ini dan membentuk susunan huruf ” Hahahha....sampai jumpa di Jogja. Semoga selamat sampai tujuan” sms sent to Penky dan dapat balasan ”Dasarrr giloo! Hayuu! Amin! Ditunggu! B-)”.

Langsung beberes, packing, mandi dengan ceria.  Berangkat naik taksi ke Gambir dan disambung Damri ke Bandara Soetta, berhasil menghemat pengeluaran dengan hanya 1/5 dari tarif jika naik BurungBiru sampai Cengkareng sana. Guuud!

Check in berjalan lancar, dilanjutkan nongkrong di JW Executive Lounge terminal 1B, makan dengan lahap berhubung belum makan dari pagi, hanya sempat ngemil Silver Queen  jualannya Mba Iyung di kulkas kost-an hehhee...Seperti biasa, pengumuman delay 30 minutes yang ternyata hanya manis dibibir saja karena diberikan bonus 30 menit plus plus.  Jadinya berangkat jam 19.20 dan penerbangan ke Jogja lancar dengan waktu tempuh selama satu jam saja.

Sempat deg-degan karena banyak turbulensi di udara sehubungan dengan cuaca yang kurang baik menuju Jogja. Alhamdulillah sampai dengan selamat sentosa tak kurang suatu apapun *bahasa surat jadul*.  Senyum-senyum bahagia, mengingat ini adalah kali ketiga aku menginjakkan kaki di kota Gudeg yang sampai sekarang gak pernah doyan karena manis, biasalah kalo kutub manis ketemu cewek manis kan saling bertolak belakang hahaha...

Sampai di Jogja, dapat info bahwa Dona yang naik kereta dari Bandung udah sampai sejak sore dan sudah bertemu dengan Pepenk dan Nela dari Jakarta yang juga mengalami delay dan berangkat sekitar pukul 17.00.  Aku yang rencananya mau cari kendaraan ke Hotel Jayakarta –dekat bandara Adi Sucipto mendapat telfon dari Pepenk diminta tetap ditempat karena akan dijemput.  Owh...ternyata dijemput dengan Avanza rentalan yang dengan semena-mena di claim baru dibeli sesampai disana hahha...plus seorang peserta yang baru aku kenal bernama Mila, iparnya Nela, satu2nya yang sudah menikah diantara kami berlima yang sangat rajin telfon2an dengan Papi Chayankna. Huwaaa..... http://iri.com/

Yak..sekian sejarah keberangkatan kami, berikutnya insya Allah dilanjutkan dengan momen2 penjelajahan yang kami abadikan dalam gambar beserta cerita dibaliknya pada sesi berikutnya ya temans.  Aku udah ngantuk nih hehheheh..... Gud nite guys, sleep tight and have a nice dream ^_^