Wednesday, April 13, 2011

Plesetan yang Menjadi Inspirasi V^.^V


Stasiun TV yang paling sering aku pelototin setiap harinya adalah Metro TV. Biasanya aku menyalakannya saat program berita Suara Anda dimulai, maklum itu adalah waktu santai ketika sampai di rumah setelah seharian bekerja. Aku senang mendengar berita yang mendapat tanggapan langsung dari masyarakat yang menelfon secara live ini. Tapi bukan isi beritanya yang ingin aku ceritakan kali ini, tetapi tentang seseorang yang terlibat dalam penyajian berita tersebut yang namanya mengingatkanku pada sesuatu yang akan kuceritakan disini. *ribet banget dah ah haha..*

Bagi yang suka menonton berita di stasiun yang kumaksud tentunya tidak asing lagi dengan seorang reporter berinisial LG. Nah.. Gak tau kenapa, awalnya aku kurang tertarik jika mendengarkan laporan dari Mba LG ini. Mungkin karena cara penyampaian dan intonasi suaranya. Aku merasa suaranya kurang natural, terlalu dibuat-buat dan kurang "renyah" dikuping. Tidak jelas kapan tepatnya keisengan ini bermula, setiap namanya dipersilahkan penyiar untuk menyampaikan laporan akan segera aku sambut dengan plesetan Gandasturi untuk mengganti nama belakangnya. Yup, tepatnya 5 huruf pertama pada nama belakangnya Hehe.. Akhirnya jadi kebiasaan *jangan ditiru!* Namun sekarang kupingku pun mulai terbiasa dengan suaranya termasuk terbiasa dengan panggilan itu *loh?* Mba LG, kalau baca jangan marah ya. Jangan dimasukin hati. *ih geer amat akan dibaca :P

Karena seringnya aku mengganti namanya menjadi Gandasturi, akupun selalu membayangkannya dan akhirnya terinspirasi membuat cemilan tradisional yang enak itu hihi. Kebetulan hubby adalah pencinta segala sesuatu yang berbau kacang ijo. Dalam hal tercetusnya ide ini, aku mengucapkan terima kasih kepada Mba LG :D

Dan...Kemarin malam terjadilah sejarah proyek pembuatan Gandasturi pertamaku. Setelah sebelumnya menebak-nebak resepnya berdasarkan rasanya yang mirip bubur kacang ijo, trus ngintip-ngintip resep disana-sini, ternyata ditemukan bahwa memang banyak kemiripan bahan diantara keduanya. Langsung deh aku buat. Aku share ya disini resepnya sesuai yang aku buat, siapa tau ada Bapak-bapak yang istrinya lagi ngidam Gandasturi dan pengen dibikinin sendiri dengan syarat gak boleh beli jadi. Nih, monggo Pak dipelajari dulu! Hihihi...Jangan khawatir, tidak rumit dan gak butuh waktu lama terutama jika kacang ijonya sudah direndam terlebih dahulu ;)

Bahan:
400 gr kacang ijo, usahakan rendam dulu minimal 2 jam biar cepat empuk kalau direbus.
Pasta pandan, sebaiknya daun pandan asli, tapi gak punya jadi pakai yang ada aja :D
Kayu manis kira- kira 5 cm
Jahe kira-kira 2 cm
Garam 1 sdt
Gula merah 100 gr
Gula pasir 100 gr
Santan 500 ml + tepung terigu 3 sdm aduk-aduk biar merata
Vanili 1/2 sdt
Air untuk merebus

Adonan tepung pencelup:
Tepung terigu dan tepung beras dikira-kira seperlunya dengan perbandingan 1:1, garam dan air. Aduk hingga tercampur rata. Jangan terlalu kental atau terlalu encer.

How to:
Rebus kacang ijo bersama (daun) pandan, kayu manis dan jahe hingga kacang ijo empuk dan mekar. Jika airnya kurang, tambahkan air panas. Setelah empuk masukkan gula merah, gula putih, vanili dan garam, aduk hingga merata. Kemudian tambahkan santan yang telah dicampur terigu. Masak terus hingga kuahnya mengering.

Setelah itu pindahkan pada wadah lain, haluskan dengan punggung/bagian cembungnya sendok sambil menunggu adonan agak dingin. Setelah dingin, ambil sedikit adonan, bentuk bulat dan pipihkan, lakukan hingga semua adonan habis. Panaskan minyak goreng, celupkan adonan ke adonan tepung pencelup dan goreng hingga kekuningan. Angkat, dan Gandasturi pun siap dilumat *serem amat bahasanya* Tapi tunggu agak dingin ya biar lidahnya gak keseleo karena kepanasan ;)

Yang perlu diingat, pada waktu merebus kacang ijo jangan langsung masukkan gula, karena efeknya kacang ijo tidak bisa empuk. Masukkan gula setelah empuk, okay ;)

Btw aku baru tau nama makanan ini beberapa bulan belakangan ini loh haha... Dulu, dikampungku, aku menyebutnya Goreng Isi Kacang Padi hihi.. (Di kampungku kacang ijo disebut kacang padi). Tapi...apapun namanya, yang penting rasanya tetap sama, enyaaaak! :D

Selamat menikmati!