Sunday, November 18, 2012

Setrikaan Beresss



Berhubung kalender kantor mamasku item semua alias gak libur, liburan panjang empat hari ini aku di rumah aja. Mamas kerja seperti biasa dan kebetulan jadwal 4 hari ini masuk sekitar jam 12-14 siang dan sampai rumah sekitar jam 2 malem. Semangat kerja ya mamas *pijit2 mamas*. So aku di rumah aja, mengerjakan apapun yang membuat aku senang, termasuk tidur enaaaaak dan panjaaaaang hehehe…

Selain itu yang terpenting aku memang udah niat diantara 4 hari libur ini mau beresin setrikaan. Aku memang tidak suka menyetrika satu atau dua baju saja, tapi dikumpulkan seminggu sekalian, tapi kali ini udah berminggu-minggu males nyetrika alhasil dikerjakan hari ini.  Trus pakai apa donk kalau harian gak nyetrika? Nah.. suamiku tercintalah yang melakukannya. Mamas memang mencuci pakaian kami setiap dua hari sekali dengan mesin cuci dan mencuci baju kerjanya dan baju kerjaku  secara manual setiap hari (padahal aku gak minta loh, suwer tekewer-kewer hehe).  Setelah kering mamas nyetrika baju kerjanya sendiri dan suka ikut nyetrikain baju kerjaku juga sekalian, padahal sekali lagi gak minta loh, tapi senang aja sih wakkakak…

Bukannya aku gak mau nyetrikain baju kerja mamas, tapi memang ketika baju itu kering, mamas langsung menyetrikanya, sementara itu biasanya terjadi siang hari, ketika aku masih di kantor. Beruntung mamas tidak rewel dan sangat mandiri, jadinya semua beres. Namun untuk menyetrika secara masal, itu adalah lahanku. Seperti kebiasaanku kalau udah mulai nyetrika, ya aku habisin tuntas hari itu juga. Hari ini contohnya, dari mulai aku nyalain Metro tipi acaranya Kick Andy, trus Mario Teguh, berita ini berita itu, sampai Just Alvin barulah setrikaanku beres.  Itu tipi gak usah diganti channelnya, kan cuma buat nemenin aku nyetrika. Posisi aku menyetrika ganti-ganti, berdiri, duduk, joget-joget biar gak pegel, sambil sesekali minum. Acara nyetrika hanya berhenti sekali saat mau Shalat Magrib, trus cuss lanjut lagi. 

Inilah hasil setrikaanku dengan komposisi pakaian aku dua tumpuk, kerudung satu tumpuk dan pakaian mamas dua tumpuk. Huwaaaahh… lega ngeliat kantong baju bersih kosong melompong. 

Tiba-tiba terdengar bunyi telfon Esiaku berdering. Riiiiiiinggg…riiiing *gak gitu juga sih* Cerah ceria sambutanku karena baru aja ngelarin setrikaan dan dapat telfon dari siapa lagi kalau bukan mamas.

 “Assalamualaikum Cintaaaaa”, sambarku cepat.
“Waalaikumussalam Chayank Mamas, baju kerja adek buat besok udah ada sayang? Celana kerja udah ada?”.
(Tuh kan benar, malah nanyain kebutuhan aku besok hihihi...)
“Udah ada kok mas, adek juga udah nyetrika. S-e-m-u-a-n-y-a.”
“Baju adek semua kan?”
“Enggak, semua termasuk baju mamas yang di kamar belakang, ada lima tumpuk kok semua” *bangga*
“Oya? Wah tau gitu mamas turunin deh tadi cucian kering dari atas sekalian”.
“Apaaaaa?” *pingsan*.

Monday, October 22, 2012

Sebuah Prestasi (?) : Membersihkan Ikan


Membuat hidangan berbahan dasar ikan sangat jarang aku lakukan. Hal ini disebabkan aku tidak terlalu suka ikan sehingga berimbas ke hubby yang ikut-ikutan harus tidak makan ikan padahal dia suka ikan hehehe..*maaf ya sayang* Masih aku ingat ketika aku kecil sering diajak mama ke pasar, setiap memasuki pasar ikan aku selalu tahan nafas. Aku tidak tahan dengan bau amis ikan. Ingin muntah rasanya kalau harus menghirup bau itu lama-lama. Alhasil aku tahan nafas sekuatnya, kalau sudah habis nafasnya curi nafas sebentar lewat baju yang menutupi hidungku terus dilanjutkan menahan nafas lagi sampai proses tawar-beli ikannya selesai. Berakhir dengan mata berkaca-kaca.

Hidangan ikan jarang aku sentuh, kalaupun ingin memakan ikan aku akan minta izin mama untuk menggorengnya lebih lama khusus untuk aku makan. “Kalau digoreng sampai kering gitu kandungan gizinya sudah hilang nak”, kata mama. “Gak apa-apa ma, Meli gak suka kalau ikannya masih basah, jawabku. Adikku suka ikut-ikutan goreng ikan sampai kering, ketularan kakaknya :P Tapi kalau ikan asin aku doyan, di kampungku disebut dengan maco, bukan cowo macho ya hehehe.. Aku bisa nambah nasi berkali-kali kalau ada maco jo lado (ikan asin dan sambel) :D

Namun akhir-akhir ini aku mulai belajar untuk menyukai ikan. Terutama setelah aku dikuliahi sahabatku Penky *hai penk wink-wink*. Dia sangat gemes waktu membahas tentang ikan denganku karena aku keukeuh gak suka ikan dan pepenk bilang “bodoh, ikan itu enak!”. Kayanya dia puas banget, sekalian kesempatan ngata-ngatain aku bodoh hahahha… Mulailah aku lirik-lirik ikan, diawali dengan coba-coba makan ikan yang digoreng kering seperti mujair atau nila. Oya dari dulu jika memasak di rumah untuk segala urusan membersihkan ikan, ayam, daging aku serahkan ke adikku. Sebenarnya aku terlalu banyak ketakutan/keengganan dengan sesuatu (nanti aku ceritakan ketakutan yang lain). Contohnya ya seperti membersihkan daging-daging ini. Rasanya lembek-lembek gimanaa gitu, membuat bulu kudukku merinding. Tapi kalau mengolah yang sudah bersih silahkan diberikan ke aku, karena aku bisa mengambil ikan/dagingnya dengan bantuan sendok :P Adikku bahkan bilang, “Gimana nanti kalau Uni sudah menikah, siapa yang mau bersihin ikan?”. Ya, Uni minta tukang ikannya aja, atau pembantu atau suami atau Iif diperbantukan di rumah Uni hahaha…

Setelah menikah, aku mulai menekan rasa takut itu terutama untuk mencuci ayam dan daging. Untuk ayam dan daging karena memang doyan, jadi rasa sukaku berhasil mengalahkan rasa takutku untuk membersihkannya. Namun untuk ikan masih belum berani. Jadinya dari beberapa kali memasak ikan setelah menikah yang bisa dihitung dengan jari, aku selalu meminta bantuan penjual ikan untuk membersihkannya. Di rumah aku tinggal mencuci dan melumuri dengan jeruk nipis dan garam walaupun dengan efek bulu kuduk merinding tadi.

Hingga datanglah suatu masa (ciee..), dimana aku tidak bisa menolak untuk mengolah ikan dari awal membersihkan hingga menghidangkannya. Ini terjadi beberapa waktu yang lalu, ketika aku minta tolong mamasku untuk beli ikan ke pasar karena mau masak sarden homemade dengan resep yang aku dapat dari blog seseorang. Padahal sebelum mamas pergi aku sudah mewanti-wanti pikiranku untuk mengingatkan mamas minta penjual ikannya membersihkan ikan terlebih dahulu, tapi memang sudah suratan takdirku (ciee lagi..) diharuskan membersihkan ikan sendiri, aku lupa menyampaikan isi pikiranku itu. *ngelap keringet

Pertama kali memegang ikan, hiiyyyy..sungguh geli. Ikannya lembuuuut banget, dingin. Rasanya pengen loncat-loncat dan teriak karena gak tahan, tapi aku paksakan diri, dengan nafas ditahan, dahi mengernyit, mulai membelah perut ikan, mengeluarkan insang , kotoran dan seluruh isi perutnya hingga hanya tersisa daging dan tulang. Oh sial, air PAM mati, ingin rasanya nangis karena harus memegang lumuran darah ikan. Huwaaa… Walaupun aku punya air cadangan yang ditampung di ember besar, tidak dapat menggantikan fungsi air yang mengucur dari keran. Namun berkat semangat untuk menaklukkan rasa takut, akhirnya selesai juga tugas dahsyat pertamaku membersihkan ikan.

Bangga rasanya mengalahkan ketakutanku sendiri hahahah.. Lebay. Tapi memang aku merasa itu sebagai sebuah prestasi tersendiri. “Mamaaaaaas, adek udah bisa membersihkan ikaaaaann “, teriakku ke mamas yang lagi nongkrong di depan tivi. Dibalas “Bagus! Emang harus gitu, gak lengkap jadi chef (sok chef deh) kalau tidak bisa membersihkan ikan”. Huuu.. Belum pernah diminta bersihin ikan aja nih mamas *niat jahil muncul, tunggu ya hunee, rasakan sensasi bersihin ikan :P Selanjutnya.. Ikan sudah bersih, sudah dilumuri garam dan jeruk nipis dan didiamkan selama 15 menit trus dimasak dengan resep Homemade Sardine in Tomato Sauce. Resepnya bisa dilihat di postingan aku yang disini ya, sudah dipindahkan ke blog khusus masak-masak :)

Akhirnya ikan bisa terhidang sempurna dan aku puas karena aku berhasil mengalahkan ketakutan sendiri. Uhuuuy... Rasanya memang menggugah selera dan mengalahkan sarden kalengan seperti kata yang punya resep. Aku tidak mencium bau amis ikan sama sekali dan hal ini berhasil menambah satu lagi poin ikan dimataku. Lain kali mau bikin ikan dengan versi berbeda deh. Asyik! Selamat makan :D

Thursday, August 30, 2012

Tobat Sambel

Tadi sambil berkaca di depan cermin, terlihat ada pemandangan yang mengganggu. Yup, ada komedo di hidung dan jerawat di dagu huhu.. Iseng-iseng aku pencet dikit eh langsung keluar sebutir komedo yg agak keras. Trus aku lanjutin ke tetangga sebelahnya eh keluar minyaknya. Wuihh puas rasanya . Aku lanjutin pencet terus ternyata tidak lagi segampang diawal. Makin dipencet kok makin kedalam yah si komodo ini. Aku teruskan dengan tekanan lebih, tetap aja gak berhasil. Yang ada mukaku jadi bengkak-bengkak merah. Aku langsung berpikir sepertinya harus menyerah pakai peralatan canggih dokter, minimal salon deh. Sebenarnya aku tidak suka facial terutama bagian pencet2, bener2 gak suka, tapi apa daya, ini darurat (lagi) hiks..

Mumpung mamasku lagi kerja dan sekalian mau ngambil laundry karpet yang belum nemu-nemu oleh petugasnya, aku pun langsung nyambar pakaian lengkap dan kerudung. Gak butuh waktu lama, setelah rapi kemudian berjalan keluar rumah. Pilihan jatuh ke salon aja yang lokasinya di ruko dekat rumah. Mba Santi, si mba petugas salon ini langsung ngomel2 cerewetin mukaku waktu pertama ngadu tentang komedoku. Kok bisa gini sih. Ih, gak boleh dipencet2. Ah kamu iseng banget sih. Tuh kan merah. Bisa infeksi loh kalau tangan kotor. Hihihi.. Lucu aja lihat dia ngomel2 gitu.

Dan... Pertarunganku dengan komedo plus jerawat pun dimulai. Awalnya muka dibersihin dan dipijit2 enaak banget, rileks. Rasanya ingin tiduran beneran. Tiba2 masuklah ke sesi penyiksaan yang paling kubenci. Ah, kemana pijitan enak tadi? Huwaaa... Air mataku ngalir deras disertai pekikan2 tertahan setiap mukaku diobok-obok jarum2 itu. Aku memang tidak kuat facial, entah mengapa mukaku terlalu sensitif untuk "diacak-acak" gitu. Orang lain biasanya nyantai aku selalu tersiksa dan ketakutan. Dan seperti biasa jika sudah kesakitan aku selalu bertekad dalam hati tidak akan facial lagi seumur hidup. Tapi inilah buktinya, ucapan itu bukanlah ucapan pertama. Sudah berkali-kali mengucapkannya dan lagi-lagi melanggarnya dengan alasan darurat. Jadi ingat istilah tobat sambel, ini nih contohnya hihi..

Sekarang ganti deh kata2nya, daripada tobat sambel mulu, aku bertekad akan lebih rajin bersihin muka sampai tuntas terutama sebelum tidur, sengantuk apapun, supaya aku tidak berurusan dengan pencetan sadis ini lagi. Ya, aku bisa!! Hehe.. Optimis nih ceritanya. Wish me luck ya ;)

Monday, August 27, 2012

Cantik

Merasa cantik dihadapan suami adalah...

Ketika rambutku lepek dan dia tetap membelainya.

Ketika tubuhku mulai membengkak dan dia tak mengurangi hangat dekapnya.

Ketika bau nafas bangun tidurku merusak selera dan dia tidak sedikitpun mengernyitkan keningnya.

Ketika........


Terimakasih hubby karena selalu membuatku merasa cantik di hadapanmu :*

Thursday, August 9, 2012

u.s.i.r


Baru baca dari detikinet tentang fasilitas blog di MP bakal ditutup per 1 Desember dan selanjutnya bakal fokus ke e-commerce. Aku langsung login dan bener aja ada pengumuman dari CEOnya. Liat2 sekilas judul postingan sebagian besar kontak juga tentang ini tapi belum sempat baca2. Yang terlintas adalah betapa sedihnya MPers terutama para senior yang aktif ngeblog dan udah bikin MP berjaya di Indonesia bakal terusir dari "rumah"nya. Aku aja yang jarang mampir dan postingan cuma seiprit sampai sedih gini.

Hmmmm... Harus pindah "rumah"? Kapan packingnya nih? Nyapu dan ngepelin rumah aja udah ga sempat :( Berapa lama waktu buat packing? Selancar apa? Berarti harus nyari "perumahan" baru dan blm kepikiran mau kemana :"( Begitu banyak pertanyaan yang belum tau jawabannya.

Sedih.

Ninggalin jejak dulu deh sebelum berkemas. Salam hangat buat semua kontak, selamat berpuasa dan bekerja. *back to work*