Thursday, August 30, 2012

Tobat Sambel

Tadi sambil berkaca di depan cermin, terlihat ada pemandangan yang mengganggu. Yup, ada komedo di hidung dan jerawat di dagu huhu.. Iseng-iseng aku pencet dikit eh langsung keluar sebutir komedo yg agak keras. Trus aku lanjutin ke tetangga sebelahnya eh keluar minyaknya. Wuihh puas rasanya . Aku lanjutin pencet terus ternyata tidak lagi segampang diawal. Makin dipencet kok makin kedalam yah si komodo ini. Aku teruskan dengan tekanan lebih, tetap aja gak berhasil. Yang ada mukaku jadi bengkak-bengkak merah. Aku langsung berpikir sepertinya harus menyerah pakai peralatan canggih dokter, minimal salon deh. Sebenarnya aku tidak suka facial terutama bagian pencet2, bener2 gak suka, tapi apa daya, ini darurat (lagi) hiks..

Mumpung mamasku lagi kerja dan sekalian mau ngambil laundry karpet yang belum nemu-nemu oleh petugasnya, aku pun langsung nyambar pakaian lengkap dan kerudung. Gak butuh waktu lama, setelah rapi kemudian berjalan keluar rumah. Pilihan jatuh ke salon aja yang lokasinya di ruko dekat rumah. Mba Santi, si mba petugas salon ini langsung ngomel2 cerewetin mukaku waktu pertama ngadu tentang komedoku. Kok bisa gini sih. Ih, gak boleh dipencet2. Ah kamu iseng banget sih. Tuh kan merah. Bisa infeksi loh kalau tangan kotor. Hihihi.. Lucu aja lihat dia ngomel2 gitu.

Dan... Pertarunganku dengan komedo plus jerawat pun dimulai. Awalnya muka dibersihin dan dipijit2 enaak banget, rileks. Rasanya ingin tiduran beneran. Tiba2 masuklah ke sesi penyiksaan yang paling kubenci. Ah, kemana pijitan enak tadi? Huwaaa... Air mataku ngalir deras disertai pekikan2 tertahan setiap mukaku diobok-obok jarum2 itu. Aku memang tidak kuat facial, entah mengapa mukaku terlalu sensitif untuk "diacak-acak" gitu. Orang lain biasanya nyantai aku selalu tersiksa dan ketakutan. Dan seperti biasa jika sudah kesakitan aku selalu bertekad dalam hati tidak akan facial lagi seumur hidup. Tapi inilah buktinya, ucapan itu bukanlah ucapan pertama. Sudah berkali-kali mengucapkannya dan lagi-lagi melanggarnya dengan alasan darurat. Jadi ingat istilah tobat sambel, ini nih contohnya hihi..

Sekarang ganti deh kata2nya, daripada tobat sambel mulu, aku bertekad akan lebih rajin bersihin muka sampai tuntas terutama sebelum tidur, sengantuk apapun, supaya aku tidak berurusan dengan pencetan sadis ini lagi. Ya, aku bisa!! Hehe.. Optimis nih ceritanya. Wish me luck ya ;)

Monday, August 27, 2012

Cantik

Merasa cantik dihadapan suami adalah...

Ketika rambutku lepek dan dia tetap membelainya.

Ketika tubuhku mulai membengkak dan dia tak mengurangi hangat dekapnya.

Ketika bau nafas bangun tidurku merusak selera dan dia tidak sedikitpun mengernyitkan keningnya.

Ketika........


Terimakasih hubby karena selalu membuatku merasa cantik di hadapanmu :*

Thursday, August 9, 2012

u.s.i.r


Baru baca dari detikinet tentang fasilitas blog di MP bakal ditutup per 1 Desember dan selanjutnya bakal fokus ke e-commerce. Aku langsung login dan bener aja ada pengumuman dari CEOnya. Liat2 sekilas judul postingan sebagian besar kontak juga tentang ini tapi belum sempat baca2. Yang terlintas adalah betapa sedihnya MPers terutama para senior yang aktif ngeblog dan udah bikin MP berjaya di Indonesia bakal terusir dari "rumah"nya. Aku aja yang jarang mampir dan postingan cuma seiprit sampai sedih gini.

Hmmmm... Harus pindah "rumah"? Kapan packingnya nih? Nyapu dan ngepelin rumah aja udah ga sempat :( Berapa lama waktu buat packing? Selancar apa? Berarti harus nyari "perumahan" baru dan blm kepikiran mau kemana :"( Begitu banyak pertanyaan yang belum tau jawabannya.

Sedih.

Ninggalin jejak dulu deh sebelum berkemas. Salam hangat buat semua kontak, selamat berpuasa dan bekerja. *back to work*