Sejak ada Facebook (FB), aku mulai mengabaikan Friendster. (FS) Sebenarnya sih gak ada maksud seperti itu, tapi memang kontak dengan teman-teman sudah sangat jarang sekali dilakukan melalui FS. Dulu sewaktu FB belum menjamur, FS lumayan berjaya. Bahkan aku sempat-sempatnya nyoba ganti2 backgroundnya, pasang tulisan berwarna di profile *tapi gak norak warna/i ngeblink2 kok hehhe..*, tulisan yang bergerak, dan pasang lagu di profile biar yang mampir kehibur cieee.. sekarang benar -benar sepi alias mati suri cuy.Jika dilihat dari tampilan dan kemudahan fitur, FB memang lebih unggul. Tidak heran jika lebih diminati dibanding FS. Untuk FS, dulunya ada sekitar 200 teman yang tidak aku kenal yang aku approve, rata-rata para ABG, dan kemudian aku delete satu persatu karena pusing baca tulisan mereka. Dulu, saking semangatnya menghapus aku bahkan menghapus account teman-temanku sendiri yang ternyata telah mengganti nama mereka dengan nama lain hahha...Akibatnya ada yang sebel karena menyangka aku tidak menganggapnya lagi sebagai teman hihihi...*maaf ya temans* Sedangkan untuk FB, dari awal aku sudah lebih ketat dalam meng-approve teman, jika tidak kenal lebih baik di ignore saja. Hanya ada beberapa orang yang aku tidak kenal *belum kenal tepatnya* yang merupakan teman dari temanku yang insya Allah akan menjadi temanku juga *halah ribet kali pun*
Jika aku perhatikan marketnya FS, biasanya diisi para ABG dengan ciri khas huruf alay besar kecilnya itu, sedangkan segmen orangtua yang memiliki account FS sangat sedikit jika tidak mau dikatakan tidak ada. Beda banget dengan FB yang ternyata diminati semua kalangan dari anak kecil sampai orang tua. Dari yang memang gaul di darat sampai yang hanya gaul di dunia maya. Dari yang heboh sampai yang pendiem. Yang pasti, aku gak mau nge-add bos-bos ku. Klo ada bos yang nge-add, langsung aku ignore aja, bahkan ada yang aku block biar gak bisa liat aku hahhahah....Males banget kalo beliau-beliau baca kata-kata mutiaraku dan semua tentang aku. Mereka cukup mengetahui aku dari yang mereka lihat dengan mata kepala sendiri. Itu saja ;)
Untuk mengenang jasa FS yang telah mendahului kita hehehe....marilah kita tampilkan link FS aku, sebagai kenangan-kenangan nanti kepada anak cucu bahwa neneknya ternyata punya account FS yang mungkin dimasa nanti termasuk kategori "antik/kuno" hehhe...*penting gak sih*
nih account FS ku: http://profiles.friendster.com/melionly atau klik disini
nih account FB ku: http://www.facebook.com/melionly atau klik disini
Namun diatas keduanya account MP ku ini adalah account ku tersayang, tempatku bermain, berpikir dan berkumpul dengan orang-orang hebat di dunia MP baik yang aku kenal maupun tidak. Bagiku untuk MP, aku tidak harus kenal dengan orangnya untuk mengapprovenya, asalkan memang ada niat baik untuk berteman, akan aku approve. Bahkan aku senang nge-add orang lain yang aku senangi tulisan dan pemikirannya.
Semua account di atas didaftarkan atas nama account Yahoo-ku. Oya, berhubung access MP dikantor sudah diblock, aku lebih sering "curhat" di Yahoo yang sekarang juga punya fasilitas Yahoo Updates. Bisa update status juga dan ngeblog juga. Jadi waktu untuk mengunjungi MP adalah sepulang kerja, atau dihari libur atau dari HP, tapi pilihan yang terakhir kurang asyik, gak puas liat tulisan dan gambar yang kecil.
Hmmmm.....kita tutup pembahasan kali ini karena aku pengen nonton 2012 dulu sebelum di fatwain haram hehhee....Aku pengen nonton untuk melihat efek visualnya saja, secanggih apa mereka menggambarkan kehancuran dimuka bumi ini, bukan untuk mempercayai bahwa kiamat itu akan terjadi tahun 2012, bahkan Rasulullah pun tidak tau kapan kiamat terjadi. Satu-satunya kunci yang pernah aku baca adalah kiamat akan terjadi di hari Jumat. Tapi Jumat kapan? Hanya Allah yang tahu. Wah jadi OOT..Back to topick.
Ada satu pertanyaan yang tersisa, apakah memiliki account di dunia maya ini adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang disebutkan oleh Abraham Maslow dalam Teori hierarki Kebutuhan-nya sebagai kebutuhan sosial? Ataukah bahkan kebutuhan untuk aktualisasi diri??
