Saturday, November 21, 2009

.:: FS, FB, dan MP ::.

Sejak ada Facebook (FB), aku mulai mengabaikan Friendster. (FS)  Sebenarnya sih gak ada maksud seperti itu, tapi memang kontak dengan teman-teman sudah sangat jarang sekali dilakukan melalui FS.  Dulu sewaktu FB belum menjamur, FS lumayan berjaya.  Bahkan aku sempat-sempatnya nyoba ganti2 backgroundnya, pasang tulisan berwarna di profile *tapi gak norak warna/i ngeblink2 kok hehhe..*, tulisan yang bergerak, dan pasang lagu di profile biar yang mampir kehibur cieee.. sekarang benar -benar sepi alias mati suri cuy.

Jika dilihat dari tampilan dan kemudahan fitur, FB memang lebih unggul.  Tidak heran jika lebih diminati dibanding FS.  Untuk FS, dulunya ada sekitar 200 teman yang tidak aku kenal yang aku approve, rata-rata para ABG, dan kemudian aku delete satu persatu karena pusing baca tulisan mereka.  Dulu, saking semangatnya menghapus aku bahkan menghapus account teman-temanku sendiri yang ternyata telah mengganti nama mereka dengan nama lain hahha...Akibatnya ada yang sebel karena menyangka aku tidak menganggapnya lagi sebagai teman hihihi...*maaf ya temans* Sedangkan untuk FB, dari awal aku sudah lebih ketat dalam meng-approve teman, jika tidak kenal lebih baik di ignore saja.  Hanya ada beberapa orang yang aku tidak kenal *belum kenal tepatnya* yang merupakan teman dari temanku yang insya Allah akan menjadi temanku juga *halah ribet kali pun*

Jika aku perhatikan marketnya FS, biasanya diisi para ABG dengan ciri khas huruf alay besar kecilnya itu, sedangkan segmen orangtua yang memiliki account FS sangat sedikit jika tidak mau dikatakan tidak ada.  Beda banget dengan FB yang ternyata diminati semua kalangan dari anak kecil sampai orang tua.  Dari yang memang gaul di darat sampai yang hanya gaul di dunia maya. Dari yang heboh sampai yang pendiem.  Yang pasti, aku gak mau nge-add bos-bos ku.  Klo ada bos yang nge-add, langsung aku ignore aja, bahkan ada yang aku block biar gak bisa liat aku hahhahah....Males banget kalo beliau-beliau baca kata-kata mutiaraku dan semua tentang aku.  Mereka cukup mengetahui aku dari yang mereka lihat dengan mata kepala sendiri.  Itu saja ;)

Untuk mengenang jasa FS yang telah mendahului kita hehehe....marilah kita tampilkan link FS aku, sebagai kenangan-kenangan nanti kepada anak cucu bahwa neneknya ternyata punya account FS yang mungkin dimasa nanti termasuk kategori "antik/kuno" hehhe...*penting gak sih*

nih account FS ku: http://profiles.friendster.com/melionly atau klik disini
nih account FB ku: http://www.facebook.com/melionly atau klik disini

Namun diatas keduanya account MP ku ini  adalah account ku tersayang, tempatku bermain, berpikir dan berkumpul dengan orang-orang hebat di dunia MP baik yang aku kenal maupun tidak.  Bagiku untuk MP, aku tidak harus kenal dengan orangnya untuk mengapprovenya, asalkan memang ada niat baik untuk berteman, akan aku approve.  Bahkan aku senang nge-add orang lain yang aku senangi tulisan dan pemikirannya.

Semua account di atas didaftarkan atas nama account Yahoo-ku.  Oya, berhubung access MP dikantor sudah diblock, aku lebih sering "curhat" di Yahoo yang sekarang juga punya fasilitas Yahoo Updates.  Bisa update status juga dan ngeblog juga.  Jadi waktu untuk mengunjungi MP adalah sepulang kerja, atau dihari libur atau dari HP, tapi pilihan yang terakhir kurang asyik, gak puas liat tulisan dan gambar yang kecil.

Hmmmm.....kita tutup pembahasan kali ini karena aku pengen nonton 2012 dulu sebelum di fatwain haram hehhee....Aku pengen nonton untuk melihat efek visualnya saja, secanggih apa mereka menggambarkan kehancuran dimuka bumi ini, bukan untuk mempercayai bahwa kiamat itu akan terjadi tahun 2012, bahkan Rasulullah pun tidak tau kapan kiamat terjadi.  Satu-satunya kunci yang pernah aku baca adalah kiamat akan terjadi di hari Jumat.  Tapi Jumat kapan? Hanya Allah yang tahu.  Wah jadi OOT..Back to topick.

Ada satu pertanyaan yang tersisa, apakah memiliki account di dunia maya ini adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang disebutkan oleh Abraham Maslow dalam Teori hierarki Kebutuhan-nya sebagai kebutuhan sosial? Ataukah bahkan kebutuhan untuk aktualisasi diri?? 

Friday, November 20, 2009

:: Bandung...selalu asyik buat disinggahi ;)




Minggu lalu aku beserta lima peserta yang lain (mamas, dacol, lasee, k’nova, k’izhure) jalan-jalan ke Bandung. Meskipun yang bisa ikut hanya enam orang dari sekian banyak calon peserta yang diajak, tidak menyurutkan niat kami untuk tetap jalan dengan penuh suka cita. Yeeaaah!

Berkumpul jam ½ 9 pagi, dengan jadwal keberangkatan jam 9 terealisasi jam 10, molor 1 jam karena persiapan ini itu. Perjalanan lancar dan relatif tidak kena macet baik perjalanan ke Bandung, selama di Bandung dan kembali ke Jakarta.

Kegiatan di sana tentunya berburu makanan dan pastinya mampir ke FO :) Nih daftar makanan yang dilahap mulai dari makan nasi Begana di B’gana, dilanjutkan singgah ke D'durens, minum es duren yang maknyus itu. Varian es durennya lumayan banyak, dan yang sempat kami cicipi yaitu SBY (dicampur vanilla dan sirup biru), Osama (warnanya cocklat, pake gula merah gitu), Persik (warnanya keungu2an, pakai blueberry). Trus kami juga nyempetin makan surabi Enhai malamnya. Besoknya icip-icip batagor depan Rumah Mode dan tahu gejrot dikit sebelum makan besar di Ayam Goreng Ibu Imas yang pedasnya ampun-ampunan. Wisata kuliner terakhir ditutup dengan yoghurt Cisangkuy. Sllurrrpss….Lengkaplah kebahagiaan itu. Oya, selama diperjalanan ditemani cemal-cemil seperti Chitato, Kusuka, Happy Tos, Pocari Sweat, Kopiko, Larutan Penyengar aneka rasa, susu Bear Brand. Pantesan jadi ndut gini hehhehe…. *alesan*

Sebenarnya gak banyak FO yang disinggahi, padahal udah bawa kendaraan sendiri lho hasil rentalan dari Jakarta heehe... Hmmm…jadi ingat dulu pergi ke Bandung ama Ika, Penky, dan Eno yang sempat mengunjungi hampir semua FO dan distro ampe pegeeeellll banget padahal cuma naik angkot dan jalan kaki, eh bonus kena hujan lagi hihihihi….Perjalanan kali ini hanya mampir ke Famos yang menjual pakaian muslim di Dago, ke Rumah Mode, ke Heritage yang di RE Martadinata, ke toko yang ngejual baju Metal di dekat SMU 5 gak tau apa namanya dan ke Omnium *bener gak ya? hehe* di depan Unpar. Dua yang terakhir itu hanya mamas yang belanja disana, gak ada yang turun ke toko baju Metal itu selain mamas dan aku nguntitin dibelakang karena suka penasaran pengen tau hahahha...Salah satu bajunya ada yang unik, kaos Band Koil bergambar pemandangan versi anak SD. Itu loh, tau kan yang gambar gunung dua, trus ada sawah dibawahnya, dan ada matahari di tengahnya. Tulisannya “Ini negara bodoh yang sangat aku bela”. Di bagian belakang ditulis lagi dalam bentuk tulisan bersambung dengan format seperti dihukum Ibu guru disuruh buat tulisan yang sama satu halaman penuh. *yang sering dihukum pasti paham* Baju yang satu lagi, kaos band Efek Rumah Kaca, gambar apa ya? Api merah gitu deh, aku kurang merhatiin, yang jelas aku berhasil meracuni mamas dengan pilihan baju warna putih secara bajunya hitam semua cuy hehhehe….

Sempat jalan menuju the Peak juga sih malamnya, bukan untuk makan..bukaaaan…hanya pengen liat2 aja hahahah….sayangnya bensin abis ditengah jalan, balik kanan deh antri ke pom bensin. Berkaca pada pengalaman ke Jogja beberapa minggu yang lalu, untuk mendukung kelancaran aktifitas kami mengumpulkan iuran yang akan digunakan untuk biaya transportasi, akomodasi, serta makan-makan. Nah..ini salah satu keuntungan dan kepraktisannya, bensin abis bendahara langsung turun tangan. Makan-makan, bendahara yang ngeluarin duit, sewa hotel juga dari amplop si bendahara. Dalam hal ini aku bertindak sebagai bendahara yang mengumpulkan iuran dari peserta sebesar masing-masing 350 ribu, ditulis dengan pembukuan yang transparan ada kolom PITIH KALUA (debet) dan PITIH MASUAK (kredit) serta ngumpulin bon/struk pembelanjaan hehehe... Pembukuan dilakukan setiap ada transaksi biar gak lupa. Saldo terakhir bersisa 72 ribu dan dibagikan kembali kepada keenam peserta dalam perjalanan pulang menuju Jakarta masing-masing 12 ribu *hebat*….Berarti totalnya Rp. 338 ribu, hemat dan praktis ya :D

Perjalanan ditutup dengan minum Yoghurt Cisangkuy, disusul sholat magrib disana dan bertolak ke Jakarta sekitar jam 7. Perjalanan lancar pisan plus bonus cerita syereeemm tentang KM. 55 tol Cipularang. Hiiiiiiiyyyyyy. Tentunya aku mati-matian gak mau dengar dan menjadi sasaran empuk para cecunguk-cecunguk itu buat nakut-nakutin heuheuheu…


PS:
Berniat untuk acara makan-makan berikutnya akan motoin makanannya sebelum dengan tanpa belas kasihan berpindah dengan cepat ke usus kami. Pfhiuuh…. klo udah liat makanan kenarsisan langsung lenyap, sayang banget kan? Sangat disesalkan…Wkkkwkw….

Sunday, November 1, 2009

:: Mlaku-Mlaku neng Djogja




Memenuhi janjiku beberapa hari yang lalu ;)

Sempat menyesal gak bawa laptop karena gak bisa update langsung dari TKP. Semoga kronologisnya masih tepat, maklum disana jadi lupa waktu dan semua memori terasa tumpang tindih :D

Peserta trip dadakan ini berjumlah lima orang: Nela dan Mila berangkat dari Pekanbaru ke Jakarta untuk kemudian bareng Pepenk ke Jogja menggunakan Air Asia gratisaaaan *cuiih puuih…iri banget gw. Dona berangkat sendiri dari Bandung menggunakan kereta api *ini gak bikin iri hihihih…Aku berangkat sendiri dari Jakarta menggunakan Batavia Air dan sempat menggemukkan badan dulu di Executive Lounge *ini bikin mereka iri hihihi, dan berhasil berkumpul di Jogja hanya selisih beberapa jam dengan keempat cewek centil diatas. Setelah lengkap kelimanya, bergegas menaiki Avanza rentalan untuk makan malam di Ayam Goreng Bu Santi. Sejujurnya rasanya sih biasa aja, tapi pedesnya mampu membuat cacingku meronta. Selesai makan, bergerak ke arah UGM dan Tugu dekat stasiun Tugu untuk foto-foto. Wah..di tugu itu rame banget, banyak ABG, setelah kami pulang dari keliling-keliling tengah malam aja masih rame banget yang foto2 dengan gaya standar ABG (bibir monyong atau bibir dipelintir kaya' Donald Duck ;P). Malam itu kami menginap di Hotel Jayakarta, gratisan juga karena dibayarin ama bos sekaligus Penky no Koibito hohohoo…

Hari kedua kami pindah ke Wisma MM UGM, lebih murah dan asoy geboy. Jika di Hotel Jayakarta, kami masuk mengendap-endap dan terpisah karena takut kepergok satu kamar diisi oleh lima orang, namun untuk di Wisma MM UGM, kami bersikap santai seolah-olah kami mahasiswi yang ngekost di sana. FYI, banyak bule cakep dan mmmhh...menggoda karena terkesan pintar dengan buku tebal dan laptop dihadapannya hhehe...

Selanjutnya jalan ke Borobudur bersama Nela sang supir Medan yang beraksi dengan lincahnya namun tidak ikut ke atas candi karena takut kecapekan sementara pulang harus nyetir lagi. Jadilah si ibu satu ini tidur lelap di atas mobil menunggu kami berempat yang semakin brutal tingkat kenarsisannya untuk berfoto-foto. Foto yang diaplot kali ini hanya sebagian keciiiil dari foto yang ada eheheheh….

Sepulangnya dari sana kami menuju Alun-Alun Selatan untuk mengetes berjalan sambil menutup mata ke arah pohon beringin besar yang ada disana. Kami gak tau persis apa mitosnya, yang pasti katanya jika berhasil berjalan lurus diantara dua beringin tersebut, maka keinginannya terkabul, dan orangnya berpikiran "lurus". Dan kami menambahkan kesimpulan baru seenak udel, jika miring ke kiri berarti pikirannya ke kiri mulu alias piktor dan jika ke kanan berarti pikiran anak baik-baik hehehhe…Dan hasilnya adalah, kategori PIKTOR dimenangkan oleh Penky hihiii…. Karena penasaran tentang mitosnya kami bertanya ke mas-mas yang menyewakan kain penutup mata yang wangi seperti abis dilaundry itu. Ternyata jawabannya sangat rasional, tentang konsentrasi, jika kita mampu berkonsentrasi maka bisa lurus. Tapi mengharapkan aku akan konsentrasi dalam keadaan gelap gulita dan jalan menuju beringin gede gitu? Oh it’s a big useless...mendingan aku disuruh merayap di atas tali deh. Aku takut gelap, karena khayalanku yang terlalu tinggi dengan bunyi-bunyian dan penampakan yang bisa muncul. Hal ini disebabkan film-film horor laknat itu yang dengan maupun tanpa sengaja pernah aku tonton dulu, klo sekarang dijamin gak akan ditonton lagi deh hehhe..Oya, jawaban mas-mas yang sangat rasional itu membuat kami kecewa, karena walaupun takut jika mendengar jawaban-jawaban berbau mistik, tapi kami penasaran dan menanti-nanti hahahha...dasaaaaaaaarrrrrrr.....

Hari ketiga adalah harinya shopping. Ah...ini terlalu panjang untuk diceritakan, yang jelas kami tidak melewatkan Malioboro dan Beringharjo. Sempat terjadi kehebohan di Beringharjo, teriakan-teriakan “Millleeeer..milleeerrr”, kirain siapa yang ileran meler2 ternyata setelah celingak-celinguk ada sekumpulan kru film dan didepannya cowok yang dipanggil Meler itu jalan dengan kepala mendongak, disusul cewek yang aku gak tau namanya. Belakangan tau pas paginya liat di inpotemen, si cewek bernama Yasmin. Ah sudahlah, kembali ke perjalanan belanja-belanji, bahkan saking antusiasnya kami belanja terpisah-pisah, sibuk dengan incaran barang masing-masing :D Oya, kami juga sempat makan di Pondok Cabe, wuiiizzz enyaaaak…dan muraaaaaaaahh….nasi bakarnya mantabb, empalnya empuk, sambel tempenye pedess, strawberry juicenya bikin pengen nambah, kapan kita kesana lagi temans? *ngecesss

Hari keempat, pagi-pagi sekali ketiga cewek-tiket-gratisan sudah buru-buru mandi untuk berangkat ke Jakarta dengan penerbangan pukul 8 pagi setelah semalaman begadang. Aku tinggal berdua dengan Dona yang jam 9 akan berangkat ke Bandung menggunakan kereta api, sementara jadwal penerbanganku jam 11.40, wah…tinggallah kusendiri huhuhu…Eh, ternyata tak dinyana sodara-sodara penerbangan cewek-tiket-gratisan tersebut delay hingga jam 12.45 heheheh…kacian deh looo…mereka pulang lagi ke Hotel dan berangkat ke Bandara pukul 10 bareng aku, malah jadinya aku yang duluan berangkat ke Jakarta dengan Lion Air jadwal penerbangan pukul 11.40 yang delay sejam *huh...kebiasaan airlines kita

Tak terasa empat hari berlalu dengan sangat cepat, sebenarnya cuma 2 hari yang bener-bener bisa dioptimalkan, tapi setidaknya sudah membuat kami bahagia, bisa bebas dari rutinitas pekerjaan, bangga mengirim SMS ke teman yang sedang bekerja sedangkan kami cuti hihihi, bisa mempererat persaudaraan dan menambah teman baru, bisa membawa oleh-oleh aneka produk batik untuk teman dan saudara di kampuang nan jauah di mato hohoo... Mari kita batik-kan mereka :))

Owh...senangnyaaaaaaaaa....See you on the next impromptu trip pals ^_^

PS:
Temans, ngaplot poto2 ini sungguh melelahkan, harus sabar meresize foto untuk memperkecil resolusi, mengaplot max tiga foto saja biar cepat dan tidak terputus koneksinya di tengah jalan.