Yuhuuuuuu....
Ahaaaayyy!!!
Alhamdulillaah ya Allah.....
*jingkrak-jingkrak seneng*
Selamat buat adikku tercinta yang baru saja lulus test CPNS untuk Pemda Payakumbuh. Aku turut senang, bahkan sedikit berlebihan rasa senangnya sampai aku tidak bisa menahan tarikan diujung bibirku yang membentuk lengkungan dengan arah garis ke atas sejak tadi pagi. Keberhasilannya kali ini merupakan perjuangan panjangnya dan impiannya sejak lama setelah pernah gagal sebelumnya. Untuk mengikuti ujian kali ini dia sudah belajar jauh sebelum tanggal pelaksanaan ujian, sebulan sebelumnya dan dilakukannya setiap hari. Dia begitu rajin membahas soal-soal ujian dari tahun-tahun yang lampau. Bahkan tepat sehari sebelum ujian itu dilaksanakan, dia masih membahas soal denganku melalui telefon. Aku sebagai kakak juga bersemangat menemaninya, untuk memotivasinya agar pede memberikan jawaban-jawaban yang praktis terutama untuk soal-soal kematangan sikap dimana dia pernah merasa heran ketika (dulu) menemukan nilainya tidak bagus dibagian ini. Untuk soal pengetahuan umum, matematika, dll aku yakin dia telah belajar dengan baik.
Disegmen soal kematangan sikap inilah aku merasakan ternyata aku dan adikku memiliki banyak perbedaan cara pandang, jawaban-jawaban yang kami pilih sering berbeda. Aku lebih cenderung memilih langkah praktis apa yang akan kita lakukan jika dihadapkan dengan situasi seperti dalam soal tes tersebut, simpelnya aku berpikir jawaban tegas: "kalo begini maka begitu". Disisi lain dia cenderung memikirkan jawaban terlalu rumit dengan membayangkan "klo begini, maka begitu, jadinya begono" dan akhirnya dia memilih "klo begini maka begono".
Jawaban inilah yang menjadi diskusi cukup seru dalam percakapan telfon berjam-jam malam itu. Terkadang aku tertawa geli dengan pilihannya yang terlalu rumit atau malah terlalu lugu. Semakin banyak soal yang kami bahas, semakin mengertilah dia apa yang seharusnya dia lakukan dengan kondisi-kondisi sesuai soal yang kebanyakan berkisar tentang sikap dalam sebuah pekerjaan. Dia sendiri juga dengan geli menyadari sendiri kerumitannya berpikir dan mulai terbiasa dengan mengambil langkah praktis.
Bukannya aku menyalahkan caranya, namun untuk kasus memberikan jawaban atas pertanyaan yang bersifat tertutup, kita harus memikirkan penyelesaian yang konkrit dan dapat dinikmati saat itu juga. Akan berbeda sifatnya jika pertanyaan bersifat terbuka, kita dapat membuat jawaban bebas dengan menyesuaikannya kepada beberapa kondisi. Untuk kondisi plan A maka bla..bla...bla.. Jika A tidak tercapai, maka kita punya plan B dengan cara bla..bla..bla.. Ini sah-sah saja. Aku juga akan menjawab begitu kalau dihadapkan dengan situasi dimana kita bisa memikirkan beberapa kemungkinan yang bisa muncul. Hal ini bermanfaat untuk penyusunan rencana jangka panjang yang terstruktur dengan membuat beberapa alternatif plan, namun akan terlalu lamban untuk rencana jangka pendek yang membutuhkan ketegasan segera.
Sehari setelah dia ujian, aku menelfonnya untuk menanyakan bagaimana tingkat percaya dirinya terhadap soal-soal yang dia kerjakan. Dia cukup yakin bisa menjawab sebagian besar soal yang diberikan dengan benar dan untuk test kematangan sikap, dia mengingat diskusi kami malam itu dan menjawab soal-soal sambil tersenyum membayangkan ledek-ledekanku saat itu jika jawaban yang diberikannya tergolong "aneh bin ajaib". Dari perjuangannya yang belajar tanpa henti, tahajud hampir setiap malam,dan tentunya atas izin-Nya, aku yakin Allah akan menghadiahi usahanya dengan kelulusan. Dan benar saja.. Alhamdulillaah...Terima kasih ya Allah. Ingin aku teriakkan kepada dunia kebahagiaanku ini, karena aku tau ini adalah juga kebahagiaan terbesar adikku, sebuah impiannya yang didukung dengan sikapnya yang pantang menyerah. Kombinasi yang bagus bukan?
Ket: Foto nyomot dari google

yeaaaaaaaaa.....berhasil posting lewat imel *lumayan rapi susunannya*
ReplyDeleteSlamet ya! G ikut sng.
ReplyDeleteselamat yah. Ikut senang.
ReplyDeleteElu posting pake yahoo classic ya, gw pake yahoo beta brantakan hasilnya.. Ohh bs pake pict jg yya ternyata
ReplyDeleteOh yaaa... Selamat ya... Adek gw jg Alhamdulillah lulus di Basarnas Jakarta.. Senang nyaaa
ReplyDeleteamiin.. selamat ya buat adeknya meli.. asik tuh jd PNS hehehe.. :D
ReplyDeleteBukan, Slamet lagi cuti hihii....yo yo...thnx zic ;)
ReplyDeletesiip...thnx uda anto ;)
ReplyDeletelupa mba yahoo classic apa beta ya yg di rumah *mikir*...posting dari kantor gak berhasil, gw tunggu mpe malam gak masuk2 hahhaha....trus coba forward lagi dr rumah eeeh...lgs masuk seketika. Klo attach pictnya 1 tercreate sbg Blog, tp klo 2 atau lbh tercreate sbg Photos, gitu kata tutorialnya ;)
ReplyDeleteBadan Arbitrase Syariah Nasional itu ya mba? Selamat juga buat adeknya ya mba...heheh..iya adek yg lulus, kakak ikut senaaaang :D
ReplyDeletehehe..thnx ika...iya, kayanya klo jd PNS itu para orangtua (terutama) lega bangeeeeet, katanya sih udah aman dan pensiun terjamin heheeh...
ReplyDeleteyoha, emang begitu sih katanya (tau deh kata sapah hihi), tp kata supir taksi yang waktu itu pernah gw naikin, dia bilang "enak ya jd PNS, masuk ktr cuma baca koran doang, jam 3 dah beres2 mau pulang".. hihihi.. dia tau drmn ya :p
ReplyDeletemungkin supir taksinya merupakan salah seorang "alumni" hihihiihi....
ReplyDeleteBiar kita gak nuduh, nih pembelaan buat PNS. Jjika diplesetin lagu bang meggi *sok akrab* "tidak semua oh Pe eN eeeeeeeeS begitu pola kerjanya (syalalalalalala) *backing vocal* kekkekeke...
wah selamat yah adiknya
ReplyDeletehuhuu dian gak lolos tuh pns jabar
btw emang jawaban sikap yg baik itu kaya apa mel? hehe jgn2 jawaban dian termasuk yg bikin ketawa dan gak konkrit, minta tipsnya donk bu hehehe maklum blm ada pengalaman, adanya pengamalan pada pancasila aja :D
Wah..tengkyu2...contohnya? Wah panjang nih hehehe...Bahasanya gak persis gpp yaa...misal:
ReplyDeletePerusahaan mengadakan sebuah kegiatan yg amat penting untuk dihadiri oleh seluruh karyawan, teman anda tdk mau menghadirinya, maka sikap Anda:
A. Membiarkan saja
B. Menjelaskan arti penting acara tsb dan mengajaknya
C. Kalau teman tidak mau,terserah dia
D. Pergi saja sendiri
E. Tidak terpengaruh oleh keputusan teman
Nah Dian pilih jawaban ya mana? ;)
kalo jawaban jujur ;
ReplyDeletetergantung temennya deket apa gak, kalo deket ya dian paksa donk masa dateng sendiri hehe.. kalo temennya gak deket ya sebodo amat wkwkwkwk
tapi kalo ujian mungkin jawaban bagusnya : B
iya gak? hahahhaa
hahhah...yayya...sama gw juga jawab B...gw gak nge-claim jawaban itu pasti bener, toh gw gak tau apa kunci jawaban dr pembuat soal, tapi secara logika dan pada kenyataannya itulah yg akan gw lakuin jika gw berada di situasi itu, kemungkinannya gw akan nanya kenapa gak ikut? acaranya penting lo buat kita ada bahasan ini, itu, dll....masalah dia mo ikut atau gak, itu hal yg berbeda.
ReplyDeleteKlo adk gw milih "pergi sendiri" karena "kalau teman tidak mau ya terserah" hehehhe....Jadi menurut gw dia "lompat" terlalu jauh...