Yo uwes!
Kedengkian tidak akan menyisakan ruang untuk mencicipi kebahagiaan hakiki di hati. Pernahkah terpikir bahwa pencapaian saat ini boleh jadi merupakan buah doa dari seseorang yang tanpa diketahui telah menyisipkan nama kita dalam setiap doanya? Lalu mengapa memupuk dengki padanya? Atau pada siapapun? Apalagi sombong. Betapa sungguh semu pertemanan yang ditawarkan jika ternyata berlaku hasad dan picik terhadap orang yang peduli. Ah, jangan sampai label itu menghinggap, melekat dan terus menebal .
Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW bersabda, “Hindarilah dengki karena dengki itu memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan (menghancurkan) kayu bakar.” (H.R Abu Dawud).
Dengki berarti membenci kenikmatan yang diberikan Allah kepada orang lain dan ingin agar orang tersebut kehilangan kenikmatan itu. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah "susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah", nah itulah dengki. Dengan adanya rasa dengki berarti kita melakukan pertentangan dan permusuhan terhadap ketentuan Allah dan tidak ridho dengan pembagianNya. Kita tidak akan pernah merasa cukup dengan apa yang ada. Tidak pernah bersyukur akan nikmatNya karena menganggap tidak mendapat bagian seperti yang diperoleh orang lain. Dengki membuat amalan-amalan kita tergerus. Yah, makin rugi aja donk. Jelas! Udah sakit hati, eh malah terhapusnya kebaikan diri. Adanya rasa dengki yang menempel dihati mengindikasikan belum sempurnanya kualitas keimanan kita.
Terus harus bagaimana dooonk? Cara yang bisa ditempuh untuk menghilangkan dengki misalnya ketika kita berdoa memohon kesuksesan atau memperoleh kenikmatan, doakan juga kebaikan dan limpahan barokah dari Allah untuk orang lain. Saat teman, orang lain, bahkan saingan kita sekalipun mendapat nikmat, bersyukurlah, ucapkanlah Hamdallah. Syukur akan menjauhkan kita dari dengki dan Allah akan menambahkan nikmatNya karena syukur kita padaNya. Jika masih ada perasaan dengki dihati yuuk kita perbanyak istighfar. Astaghfirullaahaladziim!
Rasulullah SAW bersabda, "Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari).
Wow. Begitu sentralnya peran hati sehingga sangat pantas untuk menjadi perhatian utama. Pantas untuk dibersihkan, disapu debu-debunya, diangkat kerak dan kotorannya, disiram dan diberi pengairan ilmu hingga bersinar lagi, untuk kemudian tidak akan memberi ruang bagi kotoran untuk melekat kembali. Jika kemudian ada sedikit debu yang hinggap kembali, segera tiup, sapu, dan siram dengan ilmu.
Semoga qalbu ini bebas dari penyakit hati dan menjadi pribadi yang senang mendoakan kebaikan bagi saudara muslimnya. Memang apa untungnya sih bagi kita mendoakan orang lain? Selain kita terhindar dari rasa dengki yang merusak itu, juga keutamaan lain bahwa “Doanya orang muslim untuk saudaranya yang sedang tidak bersamanya terkabulkan, karena di atas kepalanya ada Malaikat. Setiap dia mendoakannya dengan kebaikan, Malaikat yang ditugaskan itu berkata : amin (Ya Allah, Kabulkanlah) dan bagimu seperti itu juga.” (HR. Muslim). Keuntungan berganda bukan?
Gak salah lagi kenapa kita disuruh dekat-dekat dengan orang shaleh, agar kita dapat belajar meningkatkan pemahaman agama kita dan tentunya berbonus untaian doa dari mereka untuk kebaikan kita :D
Yuk, bebaskan hati, perangi kedengkian!
Rasulullah SAW bersabda, "Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari).
Wow. Begitu sentralnya peran hati sehingga sangat pantas untuk menjadi perhatian utama. Pantas untuk dibersihkan, disapu debu-debunya, diangkat kerak dan kotorannya, disiram dan diberi pengairan ilmu hingga bersinar lagi, untuk kemudian tidak akan memberi ruang bagi kotoran untuk melekat kembali. Jika kemudian ada sedikit debu yang hinggap kembali, segera tiup, sapu, dan siram dengan ilmu.
Semoga qalbu ini bebas dari penyakit hati dan menjadi pribadi yang senang mendoakan kebaikan bagi saudara muslimnya. Memang apa untungnya sih bagi kita mendoakan orang lain? Selain kita terhindar dari rasa dengki yang merusak itu, juga keutamaan lain bahwa “Doanya orang muslim untuk saudaranya yang sedang tidak bersamanya terkabulkan, karena di atas kepalanya ada Malaikat. Setiap dia mendoakannya dengan kebaikan, Malaikat yang ditugaskan itu berkata : amin (Ya Allah, Kabulkanlah) dan bagimu seperti itu juga.” (HR. Muslim). Keuntungan berganda bukan?
Gak salah lagi kenapa kita disuruh dekat-dekat dengan orang shaleh, agar kita dapat belajar meningkatkan pemahaman agama kita dan tentunya berbonus untaian doa dari mereka untuk kebaikan kita :DYuk, bebaskan hati, perangi kedengkian!
Ket : Foto dari google

sepertinya itu udah menjadi salah satu sifat manusia yg ga bisa di hindarin.. apalagi klo dah liat yg lebih di atas kita, jd ada rasa iri2 gmn gituuh krn ada rasa sedikit ga puas dgn diri sendiri.. tp Alhamdulillah ga terlalu berlarut2 dalam rasa iri dan dengki klo dah inget2 hidup kita jg udah lumayan -Alhamdulillah- *buru2 bersyukur.
ReplyDeleteThanks anw pencerahannya uni melih ;)
Kalo posisiny bukan si Dengki melainkan di"dengki"in mulu.. gimana tuh? :D :P
ReplyDeleteBetul adek ikaaa... Tanpa kita sadari dan kehendaki, kita sering membanding2kan pencapaian orang lain dg kita dan terselip iri jika kita tidak memperoleh hal yang sama. Padahal kedengkian itu tdk sedikitpun membahayakan orang yang kita dengki dan nikmat itu tdk akan hilang dari orang yg kita dengki hny karena kedengkian kita. Makanya kita butuh ilmu sebagai pengingat untuk terus mencerahkan hati. Berhubung gw baru baca, dibagi2 deh, sebagai nasehat utk diri pribadi dan pengingat jg bagi yg sedang lupa hehe..Dan sesuai yg gw baca, kita hny boleh iri/dengki utk 2 hal yaitu untuk bersedekah dan ilmu :)
ReplyDeleteHidup kita ini udh luar biasa banget loh, lebih dari lumayan. Coba aja tulis dikertas sedetail2nya, bisa2 gak berhenti menghitung nikmatNya ;)
Kl begitu nona penki tdk perlu khawatir karena yg di dengki akan memperoleh kemenangan terutama jika kedengkian itu tercermin dlm kata2, umpatan, penyebaran rahasia, kejelekan, fitnah. Tau doonk balasannya nanti di akhirat ke si pendengki. Dan tujuan utamanya merusak yg didengki didunia tdk tercapai, akhirnya sengsara sendiri hihihi...
ReplyDeleteDuuuh, jd istighfar, udh banyak bgt nih kekotoran hati, contoh nyatanya aja nih ikut2an ngomentarin artis A, B C padahal gak kenal juga. Gmn mo minta maaf? Blm lagi iri ama orang lain kerjanya dikit tp gaji sama duuuh *istighfar*
oohhh , ini tohh masalahnya... xixixixi
ReplyDeleteklo gaji sama mungkin masih bisa di toleran, coba klo "kerja lebih dikit tp gaji lebih besar" nah looh.. yg ada lebih merasa ga adil drpd iri dengki hehe..
ReplyDeleteHeuheu...Itu salah satunya, salah duanya tiba2 ada yg masuk tanpa test normal yg ribet, cuma ngemeng2 doank eh lgs diterima haha.. Ada bbrp orang tuh, ini lg bikin iklim iri masal, dan kmdn kami pun istighfar masal, menenangkan diri, saling mengingatkan mungkin dia dekat dgNya, ibadahnya bagus hihihi...
ReplyDeleteIni juga adaaaa haha.. Makanya hrs byk2 istighfar dan bersyukur :))
ReplyDelete