Huwaaaaa... Ada apa dengan telapak tangan kananku? Apakah ukurannya berubah? Apakah garis-garisnya bergeser? Apakah ada kerutan baru tercipta? Apakah kehalusannya memudar? *yang protes bayar*. Apakah aku terlalu sering menggampar orang pakai telapak tangan ini? *sadis amat nyaaak*. Ataukah karena terlalu sering membelai? *hihii…dilarang piktor* Kenapa? Kenapa? Tiga hari belakangan ini aku bertanya-tanya tanpa menemukan jawaban pasti atas pertanyaan itu.
Dihari pertama mengalaminya, aku yang biasanya absen dengan tangan "asal kena" ke mesin handkey dan selalu berhasil itu, tiba-tiba tidak dapat mengakses mesin absensi dengan mulus. Padahal kali ini udah dipas-pasin ukurannya, udah digulung lengan baju tinggi-tinggi, udah ditiup-tiup mesinnya, tetap gak berhasil. Selalu terdengar bunyi "tiniiit" dan muncul tulisan COBA LAGI. Aku ulang lagi donk, siapa tau kali ini dapat sekilo Rinso dan tulisan “coba lagi” hehhe..Ooops ini bukan undian ya. Percobaan kedua masih sama, mengeluarkan bunyi dan tulisan yang sama. Mau percobaan ketiga aku ragu, takut bunyinya "hooy bandel amat sih looo" dan muncul tulisan PULANG SANA *seneng donk* hehehe..gak dink. Aku takut aja kalau melakukan 3x kesalahan ID ku bakal diblok. Trus ribet lagi ngurus-ngurusinnya. Kaya PIN ATM aja ya. Makanya untuk percobaan ketiga, aku nungguin orang lain datang, membiarkan mereka menyentuh si mesin dan ternyata hasilnya mereka semua yang aku tungguin selamat sentosa. Aku diledekin belum cuci tanganlah, abis megang apa sih, dan ledekan-ledekan lain yang bikin makin manyun. Setelah diselingi orang lain, aku coba lagi, dan tetteeeewww... Anda belum berhasil. Jadilah pagi itu aku gak absen dan buru-buru bikin surat keterangan tidak absen beserta alasannya sebelum kelupaan. Tak disangka tak dinyana sorenya mengalami kejadian yang sama. Uuuggh, masa harus bikin surat lagi? Aku telfon bagian SDM dan mereka mengizinkan untuk tidak bikin surat lagi, akan ada keterangan tambahan di surat tersebut dari mereka untukku.
Usut punya usut, ternyata tidak hanya aku yang mengalami kasus serupa. Tercatat ada tiga orang yang juga tidak bisa absen hari itu. Aku pun berkesimpulan, mungkin karena hari itu aku merasa kedinginan, sehingga tanganku mengkerut dan mengubah beberapa poin-poin penting dari rekaman tangan terdahulu sehingga si mesin tidak mengenali lagi tanganku. Atau mungkin kesensitifan mesin itu sudah berkurang? Tetapi kenapa orang lain lancar- lancar saja? Kenapa hanya beberapa dari kami? Berhubung tidak hanya aku sendiri yang tidak berhasil, aku pun tidak terlalu memikirkannya lagi.
Hari kedua, aku deg-degan di depan mesin absensi, menyelipkan jari-jariku diantara susunan tiang-tiang kecil penyangga setiap jari. Dan.... oh, tidak berhasil lagi. Aku ulangi kembali, masih sama. Kemudian seperti biasa menunggu mangsa berikutnya yang ternyata sukses dengan gemilang. Tinggallah aku yang masih berdiri aja di depan mesin absensi khawatir jam lewat dari waktu masuk yang ditentukan. Dan akhirnya pada kesempatan ketiga berhasil. Hhhhh... Lega. Tidak harus buat surat keterangan apapun. Sore saat pulang, berhasil absen pada kesempatan pertama. Namun absen yang berhasil ini baik pagi maupun sore, penyimpangannya terlalu besar 96-97%. Mesin masih dapat mengenali itu adalah telapak tanganku, tetapi rekamannya sangat jauh berbeda dengan rekaman awal. Yang penting berhasil, bisikku dalam hati dan melangkah cepat menuju stasiun.
Memasuki hari ketiga, tepatnya hari ini, aku kembali tidak bisa absen. Semua orang bisa. Dua kali percobaan pertama gagal maning gagal maning. Aku tungguin yang lain dan setengah berharap mereka juga gak berhasil hihihii...*jahat ya* untuk membuktikan bahwa tanganku gak aneh sendiri kok :P , tapi yang lain selalu berhasil *hiks* dengan penyimpangan hanya diangka belasan. Aku coba lagi setelah mereka, tetap aja gak berhasil. Berkali-kali nungguin orang, nyoba lagi, begitu polanya sampai akhirnya capek sendiri.
Sambil berjalan menuju ruanganku, terlintas bagaimana kalau diganti aja, tapi harus melibatkan SDM, gedungnya sekarang udah beda, lama donk prosesnya. Eits.. tiba-tiba aku ingat bahwa ada teman yang diberikan kewenangan password untuk bisa menghapus dan mengganti rekaman tangan untuk absen . Aku pernah melihatnya melakukan rekaman terhadap pegawai baru. Wooo, serasa mendapat ide cemerlang. Aku segera mendatanginya, minta tolong agar dihapus aja dan direkam ulang. Dia pun menginterogasi aku terlebih dahulu, dan jawabanku cuma “Aku tidak tau kenapa begitu, mungkin begini mungkin begitu, akupun heran, kamu tahu kenapa?”, kataku malah balik bertanya. Dia yang jelas juga tidak tau dan meragukan teoriku, kemudian menghubungi SDM untuk mendapatkan izin. SDM memberikan saran agar mesinnya dibersihkan dulu dengan tissue, kemudian coba lagi. Namun jika masih tidak bisa, silakan diganti sesuai prosedur.
Mulai deh bersih-bersih, gosok sana gosok sini, cliing. Inilah saatnya mencoba. Masukin kembali telapak tangan, eh gak bisa. Coba lagi, eh masih tiniiit. Akhirnya kami sepakat ID ku dihapus, dilakukan rekam telapak tangan baru sebanyak 3x. Pada saat sesi pengetesan setelah direkam, hore berhasiiiil, langsung gak pake lama, dengan penyimpangan hanya 13%. Alhamdulillaaah. Senangnya, berarti gak harus berlama-lama lagi nongkrong di depan mesin absen hanya untuk menunggu orang dan kemudian mencoba-gagal dan mencoba terus. Berikutnya aku akan absen dengan ”tangan baru”. Harusnya dari 3 hari lalu, aku berdiri disamping absen itu sambil jualan kolak durian ama sup buah atau apa gitu ya buat persiapan buka, lumayan kan, daripada bengong aja hihihi... Berharap semoga sore nanti urusan absen-absenan berjalan mulus ;)
Tapi.... hingga kini aku masih penasaran, suwerewerewer. Kenapa hal seperti itu bisa terjadi khususnya terhadap aku, karena teman-teman yang lain sudah lancar semua? Tanganku sayang...kamu kenapa? |
Hahhaha dulu aku sering gitu mel, berkali2 dulu, tp ga smpt heboh krn percobaan keberapa udah bisa. Kayaknya sih krn tgnku suka basah. Oh ya ya, skrg sdm ada di chase ya
ReplyDeleteTossss dulu mba. Ada yg samaan ternyata hehe... Tp tangan Meli gak basah mba, juga gak berkeringat. Skrg SDM di Sequis mba.
ReplyDeleteklo tmn ktr gw ada jg yg kya gitu mel.. tp krn tangan dia berkeringat terus.. bisa smp 10 kali di coba tetep gagal jg sedangkan yg lain baik2 aja hehe.. kasian jg klo di anggap telat atau ga absen gara2 itu ya :p
ReplyDeleteSama donk tmn lo ama mba eva karena keringat? Kl gw karena apa donk kl gitu ya Ka secara tangan gw gak berkeringat? Iya kasihan, solusinya bikin surat keterangan aja deh :D
ReplyDelete