Thursday, July 9, 2009

:: air tapi api, api namun air

Aku adalah air yang mengandung api
Aku adalah api yang berunsur air

Aku mengaliri tengorokanmu kala dahaga
Aku menghangatkanmu saat dilanda hipotermis
Aku bertransformasi menjadi oasis saat kau di gurun pasir
Aku menyublim bersama wangi lilin aromatherapimu
Aku hening tak beriak saat menjadi telagamu
Aku meliuk perlahan di atas sumbu lenteramu
Aku ada saat kau inginkan segelas susu coklat
Aku ada saat kau butuhkan kehangatan api unggun di kemahmu
Aku mengguyur debu yang menempel di rambutmu
Aku membakar sampah yang mengotori pekaranganmu


Tapi..
Aku melumatkan pengkhianat dengan baraku
Aku menggulung yang angkuh dengan tsunamiku
Aku menghempaskan pengganggu dalam palung terdalamku
Aku membakar yang munafik hingga menjadi seonggok abu

Aku bisa menjadi bendungan air sekaligus memuntahkan banjir
Aku bisa menyalakan sebatang korek api sekaligus menghanguskan sekitarnya 

Bawalah selalu termometermu
Agar kau tahu pergolakan suhuku

10 comments:

  1. mmmmmmhh... intinya, apapun yg berlebihan pasti tidak akan baik jadinya, betuul??

    ReplyDelete
  2. oke, besok bawa termometer deh ...kayaknya inspired by lagunya gita gutawa yak... hehehe

    ReplyDelete
  3. yakin lo ga jigon ???
    +pake bahasa begini.. kerasukan sapa yaa?/ sana pergi Rukyah!! :P+

    ReplyDelete
  4. tentang aku, kamu, dia dan mereka ^_^

    ReplyDelete
  5. betuuullll....kalo berlebihan jadinya muntah kekenyangan **ingatannya makan mulu :P

    ReplyDelete
  6. duuw...lagu yg mana ya mba? gak gaol nih gw heheheh...

    **nanya mbah google dulu ah

    ReplyDelete
  7. loh? bukannya kemarin perjanjiannya aku ma lasee mo ngantar kamu ke rukyahan yg uhuy secara rukyah yg 50rebu katanya udh gak mempan buat kamu? hehehehe.... **cupcup&hug

    ReplyDelete
  8. Menyejukkan sekaligus menghangatkan.Bisa juga menghanyutkan sekaligus menghanguskan.Great mel :-)

    ReplyDelete