Sunday, January 30, 2011

Mengukir senyum papa, semoga.. :)

Tadi sekilas aku dengar papa menelfon saudaranya dengan koneksi dan pembicaraan yang terputus2. Setiap angkat telfon dan bicara sebentar, langsung putus lagi, begitu terus hingga beberapa kali. Akhirnya aku kepikiran untuk menghadiahi papa hape baru. Padahal kemarin baru beliin baterai hape yang ori untuk N*kia papa, yang konon katanya biar sekalian bagus dan tahan lama.

Selepas zuhur kami pergi ke Lipo Karawaci dan aku mengarahkan kaki ke Gl*bal Tel*shop diiringi papa disamping yang belum tau niatku. Liat2 kiri kanan, hape2 pada bagus2 semua. Semua merk tersedia. Mau cari yang sesuai kebutuhan papa yang mayoritas untuk telfon dan sms. Biasanya ngetik huruf C harus pencet tombol bertuliskan angka 2 sebanyak 3x. Sekarang ada pilihan hape QWERTY, jadi lebih hemat waktu walaupun gak bakal beda satu jam sih hehe...Alhasil aku menjatuhkan pilihan ke hape berbasis qwerty dengan merk yang sama dengan pendahulunya, biar penyesuaiannya lebih mudah. Aku "tanya papa suka yang ini gak?", sambil menunjuk sebuah hape qwerty. Papa jawabnya malah "papa udah punya hape, buat apa lagi." Aku liat2in ada fitur kamera, wifi, dll. Papa bilang "papa juga udah punya kamera kok. Sama kok kapasitas megapixelnya." Tapi kan tadi susah nelfonnya pa, sepertinya udah waktunya diganti deh. "Ini udah ada kok, buat apa banyak2" Yah kembali lagi deh jawabannya gitu. Hehe.. "Tapi ini ngetiknya lebih ringkas pa, langsung ke huruf yang diinginkan." "Oiya, bener" juga sih, lebih cepat ya, jawab papa. Hmm.. Udah mulai setuju nih, batinku senang. "Mau warna apa pa? Ada yang putih juga lo pa", kataku. "Papa belum pernah pakai putih kan?" Duh, langsung nyadar itu kan seleraku akhir2 ini. "Tapi kembali ke pilihan pribadi papa aja karena papa yang menggunakan", sambungku cepat. Trus setelah diliat2, akhirnya papa sendiri mutusin warna putih. Aku meyakinkan sekali lagi, takutnya karena gak enak karena aku suruh putih trus terpaksa ikutan haha..

Senangnya membuat orangtua bahagia setelah tadi malam beliau juga mendapat kejutan dari hubby-ku. Hubby memberikan sebuah netbook baru berwarna hitam miliknya yang dibeli beberapa waktu lalu dan hanya baru sempat dipakai untuk memindahkan data dari laptop lamanya yang mo dititip ke papa buat dikasih ke keponakan yang hobinya mencet2in keyboard. Kondisinya benar2 99,99%, masih berplastik lengkap dengan semua kartu garansinya.

Sehari sebelumnya papa nanya2 melulu tentang laptop yang mau diberikan ke keponakan itu. Aku yang melihat ada sesuatu yang tersirat langsung nanya "Memangnya papa pengen punya laptop?" Beliau menjawab iya. "Papa bisa mengoperasikannya?" "Ya, kan bisa belajar", jawabnya. Aku sampaikan dialog itu ke hubby, eh hubby langsung mindahin data yang sudah disalin ke sana ke netbook ku yang berwarna putih *lagi seneng putih* Kita pakai netbook adek berdua aja ya. Begitu kesepakatan akhirnya. Papa keliatan seneng banget dapat netbook baru. Hehe.. Semoga bermanfaat ya pa. Setidaknya mungkin bisa digunakan my step mother yang seorang guru.

Memang sudah sepatutnya kita membahagiakan orangtua bahkan seharusnya tanpa diminta. Kasih sayangnya tidak akan pernah bisa kita konversikan kedalam bentuk materi apapun. Tidak akan pernah bisa terbayar. Tapi berusaha terus-menerus menyenangkan hatinya, semoga membuatnya selalu ridha dengan kita sehingga menjadi jalan kita untuk mendapat ridha-Nya. Apalagi bagi hubby yang kedua orangtuanya sudah lama meninggal dunia, tentu dia merasa hanya inilah orangtuanya saat ini. Semoga kita walaupun dengan usaha yang tidak akan bisa menyamai pengorbanan dan kasih sayangnya kepada kita, bisa membuatnya tersenyum. Semoga kita bisa menyenangkan hatinya dengan ucapan2 yang lembut. Semoga kita tidak akan menciptakan goresan2 luka dihatinya. Semoga dihari akhir nanti kita akan dihimpunkan bersama dalam syurga-Nya. Amiin..

Luv u papa :*

2 comments:

  1. Dulu kita diservice sekarang gantian. Salam untuk papanya

    ReplyDelete
  2. Tuuuul. Salam pramuka!! :)) eh bukan ya, salsm apa nih?

    ReplyDelete